Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kolom

“Wali,.. Aceh Tak Jadi Merdeka, Tapi Sejahtera Juga Tidak..”

redaksi by redaksi
03/06/2025
in Kolom
0
“Wali,.. Aceh Tak Jadi Merdeka, Tapi Sejahtera Juga Tidak..”

Hasan Tiro semasa hidup. Foto milik okezone.com

Oleh Saidul Umar. Penulis adalah anak dari seorang pejuang Aceh yang syahid semasa konflik.

SOSOK Teungku Hasan Muhammad di Tiro atau akrab disapa Hasan Tiro merupakan tokoh sentral dalam Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan tak tergantikan hingga kini.

Hasan Tiro lahir pada 25 September 1925 dan berasal dari sebuah keluarga terpandang di Gampông Tiro, Kabupaten Pidie. Hasan Tiro merupakan putra kedua dari Leube Muhammad Tanjong Bungong dan Tengku Pocut Fatimah Tiro.

Ayah Hasan Tiro merupakan pemuka agama di Tanjong Bungong, Pidie. Sementara ibunya adalah anak dari Teungku Mahyuddin dan Pocut Mirah Gambang. Teungku Mahyuddin atau Teungku Mayed Di Tiro adalah anak Teungku Chik Di Tiro Muhammad Saman. Sementara Cut Gambang adalah anak Cut Nyak Dhien dengan Teuku Umar.

Hasan Tiro belajar di Yogyakarta dan melawan Belanda saat Revolusi Nasional Indonesia. Ia kemudian memperoleh beasiswa untuk belajar di Amerika Serikat dan bekerja paruh waktu di Misi Indonesia untuk Perserikatan Bangsa Bangsa.

Dari berbagai sumber disebutkan, bahwa saat belajar di New York pada 1953, ia mendeklarasikan dirinya sebagai Menteri Luar Negeri untuk gerakan perjuangan Darul Islam, yang di Aceh dipimpin Daud Beureueh.

Karena aksi ini, ia dicabut kewarganegaraan Indonesia, menyebabkan dia dipenjara di Penjara Ellis Island sebagai warga asing illegal. Perjuangan Darul Islam di Aceh sendiri berakhir dengan perjanjian damai atau dikenal juga dengan ikrar Lamteh pada 1962.

Pemberontakan Darul Islam yang dipimpin oleh Daud Beureueh selesai usai Ikrar Lamteh, namun Hasan Tiro tidak.

Kemudian Hasan Tiro muncul sebagai deklarator Gerakan Aceh Merdeka pada 4 Desember 1976. Hal ini pula yang menyebabkan Hasan Tiro menjadi sosok paling dicari di masa lalu. Hal ini pula membuatnya pindah-pindah dari satu negara ke negara lainnya.

Dari tahun 1980, Hasan Tiro memilih tinggal di Stockholm, Swedia dan memiliki kewarganegaraan Swedia. Dari sana, ia memimpin perlawanan Aceh hingga lahirnya penandatanganan damai antara GAM dan RI di Helsinki, 15 Agustus 2005.

Pada 11 Oktober 2008, setelah 30 tahun, dia kembali ke Banda Aceh. Konon, dari berbagai sumber disebutkan, salah satu alasannya adalah karena kesehatannya membuatnya tak berperan aktif dalam percaturan politik Aceh selanjutnya.

Hasan Tiro kembali ke Swedia dua pekan berikutnya. Setahun kemudian, ia kembali ke Aceh. Kemudian pada 2 Juni 2010, Hasan Tiro dianugerahi status warga negara kehormatan oleh pemerintah Indonesia dan hari berikutnya atau 3 Juni 2010, ia wafat di rumah sakit di Banda Aceh.

Kini, tepat 15 tahun sudah, tokoh besar yang pernah dimiliki Aceh pergi untuk selamanya.

Perjuangan Hasan Tiro Versus ‘Melupakan Aceh Merdeka’

Almarhum Wali Hasan Tiro memiliki mimpi besar untuk Aceh. Ia berharap Aceh bisa berdiri sendiri suatu saat nanti atau merdeka dengan syariah Islam sebagai pondasinya.

Setiap anak didik Hasan Tiro juga disumpah dengan Alquran dan diberi Pendidikan terkait ‘Neuduek Perjuangan Aceh.’ Bahwa perjuangan Aceh bukan sekedar harta, jabatan atau Wanita.

Ini buktikan Hasan Tiro semasa hidupnya. Ia yang karier dan bisnisnya cemerlang di luar, rela pulang ke Aceh untuk membangun gerakan pembebasan.

Namun mimpi merdeka, seperti yang dicita-citakan Hasan Tiro, sepertinya sulit terwujud pasca penandatanganan MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005. Aceh diberi otonomi dengan dana Otsus yang berlimpah.

Para pewaris ‘estafet’ Hasan Tiro kini justru ramai ramai mengungkapkan ke public bahwa mereka telah ‘melupakan Aceh Merdeka.’

Hal ini pertama kali diungkapkan oleh Zaini Abdullah, mantan gubernur Aceh yang juga mantan petinggi GAM di Swedia saat Aceh masih berkonflik, ke public beberapa tahun silam. Perkataan yang sama kemudian kembali dipertegas oleh Wagub Fadhullah yang juga mantan pentolan GAM wilayah Pidie, beberapa pekan yang lalu.

Kini Aceh tak jadi merdeka.

Sayangnya, keberadaan Otsus pun kini juga tak berdampak besar bagi kesejahteraan masyarakat Aceh. Provinsi Aceh masih berada di kategori miskin di Sumatera.

Banyak tentara GAM yang kini masih hidup menyedihkan. Hanya segelintir yang sejahtera. 15 tahun kepergian Wali Hasan Tiro, tak hanya membuat Aceh gagal merdeka tapi juga gagal sejahtera. Entah dimana salahnya. Doa untuk seluruh syuhada Aceh yang syahid di masa konflik.

Kami menghormati wali, tapi juga menangisi kondisi Aceh hari ini. []

Kolom merupakan rublik yang disediakan khusus pembaca. Tulisan yang tercantum di kolom tidak mewakili pandangan redaksi.

Previous Post

Wali Nanggroe Hadiri Wisuda Gelar Kehormatan Pejabat Kenegaraan Timor Leste

Next Post

Pria Rampas dan Bakar Al Quran di Depan Masjid Prancis

Next Post
Pria Rampas dan Bakar Al Quran di Depan Masjid Prancis

Pria Rampas dan Bakar Al Quran di Depan Masjid Prancis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Teuku Riefky Harsya Bantu Beasiswa PIP Bagi 2300 Penerima di Pidie Jaya

Teuku Riefky Harsya Bantu Beasiswa PIP Bagi 2300 Penerima di Pidie Jaya

12/06/2026
‎YARA Bekali Aparatur Gampong Julok dengan Pemahaman Hukum dan Peradilan Adat ‎ ‎

‎YARA Bekali Aparatur Gampong Julok dengan Pemahaman Hukum dan Peradilan Adat ‎ ‎

12/06/2026
Soal Izin Tambang di Beutong Ateuh,  T. Sultan Iskandar Muda: Jangan Khianati Suara Masyarakat

Soal Izin Tambang di Beutong Ateuh, T. Sultan Iskandar Muda: Jangan Khianati Suara Masyarakat

12/06/2026
Ohku, Wabup Pidie Jaya Absen di Paripurna HUT ke-19, Ada Apa Dibalik Ketidakhadirannya?

Ohku, Wabup Pidie Jaya Absen di Paripurna HUT ke-19, Ada Apa Dibalik Ketidakhadirannya?

12/06/2026
Kapal Aceh Hebat Meledak, 14 Orang Alami Luka Bakar

Kapal Aceh Hebat Meledak, 14 Orang Alami Luka Bakar

12/06/2026

Terpopuler

‎Masyarakat Gayo Patungan Perbaiki Jalan Nasional, YARA: Pengakuan Tito Karnavian Soal Infrastruktur Rusak Harus Dibuktikan dengan Aksi Nyata

‎Masyarakat Gayo Patungan Perbaiki Jalan Nasional, YARA: Pengakuan Tito Karnavian Soal Infrastruktur Rusak Harus Dibuktikan dengan Aksi Nyata

11/06/2026

Sambut HUT ke-19 Pidie Jaya, Pemkab Luncurkan Twibbon Resmi untuk Masyarakat

“Wali,.. Aceh Tak Jadi Merdeka, Tapi Sejahtera Juga Tidak..”

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com