Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Tengah

Harga Tiket Melonjak hingga Rp 8 Juta Saat Bencana, YARA: Ini Eksploitasi Penderitaan Rakyat ‎

redaksi by redaksi
04/12/2025
in Lintas Tengah
0
Harga Tiket Melonjak hingga Rp 8 Juta Saat Bencana, YARA: Ini Eksploitasi Penderitaan Rakyat  ‎

‎Bener Meriah – Pasca banjir besar dan tanah longsor melanda wilayah Aceh, masyarakat dataran tinggi tanah Gayo justru dihadapkan pada hantaman baru yang tak kalah menyakitkan, harga tiket pesawat antarwilayah di Aceh melonjak liar hingga mencapai Rp 8 juta.
‎
‎Di tengah rumah hancur, akses terputus, dan ribuan warga terjebak tanpa logistik memadai, kenaikan harga ini dirasakan sebagai pukulan tambahan yang membuat rakyat kian tersudut.
‎
‎Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Bener Meriah, Muhammad Dahlan, mengecam keras lonjakan harga tersebut yang dinilai tidak wajar dan sangat tidak etis di tengah situasi bencana.
‎
‎“Ini sudah di luar nalar. Bagaimana mungkin tiket pesawat antar Kabupaten dalam Provinsi Aceh bisa tembus Rp 8 juta. Di saat rakyat berjuang menyelamatkan diri, ada oknum yang tega mengais untung. Ini menyakitkan dan tidak manusiawi,” tegas Dahlan dalam keterangan tertulis, Kamis (4/12/2025).
‎
‎Ribuan warga Bener Meriah dan Aceh Tengah masih dalam kondisi lumpuh total. Wilayah Terisolir, Warga tidak punya pilihan selain Terbang.
‎
‎Longsor menutup jalur utama, listrik padam, dan jaringan komunikasi mati di seluruh titik. Warga tidak memiliki opsi transportasi lain selain jalur udara.
‎
‎Sebagian besar jalur darat menuju Bireuen, Aceh Utara, maupun pesisir Timur Barat hancur atau tidak mungkin dilalui, membuat perjalanan evakuasi darat setara dengan mempertaruhkan nyawa.
‎
‎“Masyarakat Bener Meriah dan Aceh Tengah kini sepenuhnya bergantung pada pesawat dari Bandara Rembele. Mau tak mau, jalur udara adalah satu-satunya jalan keluar,” ujar Dahlan.
‎
‎Yang diharapkan masyarakat adalah prioritas kemanusiaan, entah dalam bentuk penurunan tarif darurat atau minimal harga wajar dan stabil.
‎
‎Namun yang terjadi justru sebaliknya Harga tiket naik drastis hingga level yang tak masuk akal.
‎
‎Dahlan menilai kondisi ini menunjukkan kurangnya empati dari maskapai maupun pihak yang terlibat dalam pengaturan harga.
‎
‎YARA mendesak Kementerian Perhubungan RI dan Ditjen Perhubungan Udara untuk segera menyelidiki lonjakan harga yang patut diduga bukan sekadar kenaikan normal.
‎
‎Karena dalam situasi bencana, tarif harus mengedepankan kemanusiaan, bukan keuntungan sepihak.
‎
‎“Jika ada pihak yang memainkan harga di tengah bencana, itu harus ditindak tegas. Tidak boleh ada yang memperdagangkan penderitaan rakyat,” tegas Dahlan.
‎
‎Di wilayah bencana, warga sedang menghadapi dua tekanan sekaligus.
‎
‎1. Bencana alam besar yang merusak rumah, akses, fasilitas publik, Insfratruktur dan seluruh sektor ekonomi.
‎
‎2. Harga tiket pesawat yang melambung hingga tak lagi terjangkau.
‎
‎Kedua situasi ini menciptakan luka baru perasaan seolah dibiarkan berjuang sendirian justru ketika mereka membutuhkan negara hadir paling depan.
‎
‎Harapannya, di tengah kondisi terkini di lapangan sangat memperhatikan, Negara harus hadir mengembalikan harga ke Level Rasional.
‎
‎Masyarakat kini menunggu langkah cepat pemerintah yang mana dapat menormalisasi harga tiket pesawat serta mengawasi maskapai agar tidak memainkan tarif. Dan menjamin mobilitas udara bagi warga yang harus dievakuasi atau membutuhkan pertolongan penanganan medis melalui jalur udara.
‎
‎Dalam kondisi darurat, setiap menit sangat berarti, dan harga tiket yang tidak manusiawi hanya akan memperlambat upaya penyelamatan dalam kondisi bencana di wilayah Terisolir.
‎

Previous Post

Ketika Kapolda Aceh Menerobos Kota Mati

Next Post

Pemkab Pijay Diminta Alihkan Anggaran Tak Terpakai ke Penanganan Bencana

Next Post
Pemkab Pijay Diminta Alihkan Anggaran Tak Terpakai ke Penanganan Bencana

Pemkab Pijay Diminta Alihkan Anggaran Tak Terpakai ke Penanganan Bencana

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Dolar Turun Tipis, BBM Melambung Tinggi: Rakyat Kecil Lagi-Lagi Jadi Korban

Dolar Turun Tipis, BBM Melambung Tinggi: Rakyat Kecil Lagi-Lagi Jadi Korban

10/06/2026
HUT ke-19 Pidie Jaya: Momentum Kebangkitan Ekonomi dan Pengelolaan SDA Berkelanjutan

HUT ke-19 Pidie Jaya: Momentum Kebangkitan Ekonomi dan Pengelolaan SDA Berkelanjutan

10/06/2026
208 Peserta Meriahkan Perayaan MTQ Tingkat Tangan-Tangan

208 Peserta Meriahkan Perayaan MTQ Tingkat Tangan-Tangan

10/06/2026
Kemenag Salurkan Lebih dari Rp85 Miliar untuk Penanganan Dampak Bencana di Aceh

Kemenag Salurkan Lebih dari Rp85 Miliar untuk Penanganan Dampak Bencana di Aceh

10/06/2026
Mualem Ngaku Kemiskinan Aceh Naik jadi 17% Akibat Bencana

Mualem Ngaku Kemiskinan Aceh Naik jadi 17% Akibat Bencana

10/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Syeh Do: Rapai Uroh Miliki Harmoni Unik yang Tidak Dimiliki Kesenian Lain

HUT Pidie Jaya 2026: Antara Perayaan, Pemulihan Pascabencana dan Penguatan Syariat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com