Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Feature

Ketika Kapolda Aceh Menerobos Kota Mati

redaksi by redaksi
04/12/2025
in Feature
0
Ketika Kapolda Aceh Menerobos Kota Mati

KEPALA Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh, Inspektur Jenderal Drs. Marzuki Ali Basyah MM, adalah pejabat tinggi pertama yang menerobos wilayah Aceh Tamiang yang porak-poranda dihantam banjir. “Saya seperti memasuki kota mati, sangat memprihatinkan,” kata Irjen Marzuki, Kamis (04 Desember 2025).

Melaju menerobos wilayah Aceh Tamiang, rombongan Polda Aceh yang mendampingi Irjen Marzuki membersihkan bangkai kendaraan dan puing-puing yang berserakan di jalanan. Mereka berhasil masuk Ibukota Kabupaten Aceh Tamiang, Kuala Simpang, pada Senin (01 Desember 2025).

Kapolda menyaksikan warga yang sebagian termangu di tepi jalan, di antaranya ada yang marah-marah. “Badan berlumur lumpur, wajah-wajah mereka penuh bercak tanah kering,” katanya.

Air bersih tidak ada, sejak banjir melanda warga tidak pernah mandi. Mereka minum dari air banjir yang disaring. Marzuki membagikan sebagian persediaan makanan dan minuman yang dibawanya kepada warga.

Seluruh perkantoran di Aceh Tamiang tak berfungsi. “Ketika tiba di Kantor Polres Aceh Taming, kantor tenggelam, seluruh petugas sedang menyelamatkan keluarganya dan juga membantu warga sebisa mereka,” katanya.

“Kantor pemerintahan lainnya juga tenggelam, sehingga tidak ada kendaraan maupun alat komunikasi, 90 persen wilayah Aceh Tamiang terendam, aktivitas sosial serta ekonomi lumpuh total, dan bahkan kantor pemerintahan, Kodim, serta Polres ikut terdampak.”

Irjen Marzuki mengerahkan anggotanya untuk mencari para pemimpin Aceh Tamiang. Akhirnya ia bisa bersua Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, dan Kapolres Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Mualiadi. Keduanya dalam keadaan kelelahan dan lusuh.

Perwira tinggi yang adalah putra Tangse, Pidie, ini menceritakan perjalanan empat hari menerobos wilayah banjir di sela-sela kesibukannya. Sering ia menerima telepon dari Jakarta di ruang kerjanya hari itu. “Saya harus membuat laporan yang lengkap ke Jakarta tentang kondisi Aceh,” katanya.

***

Aceh dilanda bencana banjir dan tanah longsor yang parah sejak akhir November dan awal Desember 2025. Banjir bandang ini disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa dekade terakhir.

Dalam bahasa ilmiah, Aceh diterjang dampak dari Siklon Tropis Senyar yang berasal dari bibit sikon 95B di Selat Malaka. Siklon ini menyebabkan cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, gelombang tinggi, dan banjir yang luas.

Dirangkum dari berbagai sumber resmi, sampai Rabu (03 Desember 2025), tercatat korban tewas akibat banjir dan longsor mencapai 249 jiwa, dengan 227 orang masih dinyatakan hilang. Sedangkan korban luka ringan 1.435 orang dan 403 orang luka berat.

Jumlah warga yang terdampak banjir mencapai 1,45 juta jiwa atau 229.767 kepala kepala keluarga. Sebanyak 660.642 orang dari 157.321 kepala keluarga terpaksa mengungsi di 828 lokasi berbeda.

Sedangkan infrastruktur yang rusak tercatat 77.049 rumah, 302 titik jalan, 152 jembatan, 138 kantor, 51 tempat ibadah, 201 sekolah, dan 4 pondok pesantren. Lahan pertanian yang rusak terdapat 139.444 hektare lahan sawah dan 12.012 hektare perkebunan.

Dari 18 kabupaten/kota yang terkena banjir, Aceh Tamiang adalah yang paling parah. Selain itu, terdapat empat kabupaten/kota lainnya yang termasuk kategori parah, yaitu Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.

***

Kapolda Irjen Marzuki melanjutkan kisahnya. Bahwa perjalanan empat hari ke wilayah banjir itu dimulai pada Jumat (28 November 2025), ketika awal-awal Siklon Tropis Senyar menerjang Aceh.

“Saya mengontak seluruh Polres di Aceh, dari 18 Polres yang wilayahnya terjadi bencana banjir, terdapat dua Polres yang tidak bisa saya kontak, yaitu Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang,” kata Kapolda.

Hari itu juga, Irjan Marzuki mengerahkan 855 anggota polisi di wilayahnya untuk bekerja membantu warga yang tertimpa bencana banjir. Di hari yang sama, Kapolda bersama rombongan langsung bergerak menyusuri wilayah banjir dan longsor.

Irjen Marzuki dapat memasuki wilayah Pidie. Di sini ia memerintahkan Kapolres Pidie, AKBP Jaka Mulyana, mengerahkan seluruh daya upaya untuk menolong korban bencana banjir di wilayahnya.

Ia melanjutkan perjalanan ke Pidie Jaya. Di sini, Irjen Marzuki menemukan jembatan utama di jalan nasional yang terletak di Gampng Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, terputus diterjang banjir. Sehinga mengganggu akses transportasi. Sejumlah rumah tenggelam dalam lumpur.

Di sini pun, Kapolda memerintahkan Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, untuk mengutamakan pertolongan kepada warga terdampak banjir dan longsor.

Menerjang air deras di jalanan perkampungan di Kawasan Pidie Jaya, Irjen Marzuki melanjutkan perjalanannya ke Kabupaten Bireuen. Irjen Marzuki, memberi intruksi yang sama kepada Kapolres Bireuen, AKBP Tuschad Cipta Herdani.

Ketika menuju Kota Lhokseumawe, Kapolda terhadang jembatan yang ambruk akibat banjir, yaitu Jembatan Krueng Tingkeum di Kutablang, Bireuen. “Tak ada jalan lain, kami menyeberangi sungai dengan perahu,” katanya.

Setelah melewati Krueng Tingkeum, Kapolda dan rombongan dapat melanjutkan perjalanan daratnya ke Kota Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, hingga ke Langsa.

Kepada empat Kapolres di kabupaten/kota tersebut, yaitu AKBP Dr Azhan (Kapolresta Lhokseumawe), AKBP Trie Aprianto (Kapolres Aceh Utara), AKBP Irwan Kurniadi (Kapolres Aceh Timur), dan AKBP Mughi Prasetyo Habrianto (Kaporles Kota Langsa), memberi intruksi untuk kosentrasi menolong warga korban banjir.

Memasuki hari keempat, Irjen Marzuki menerobos Aceh Tamiang. Marzuki dan tim membawa sejumlah peralatan pendukung seperti genset, sehingga mereka bisa memberi informasi daerah yang terpapar.

Hasilnya bantuan bisa disalurkan lewat udara dan laut. “Kita bawa genset, memberi informasi daerah terpapar terparah, sehingga makanan bisa kita drop dua versi, dari laut dan udara. Makanan kita drop lewat udara, dan lewat laut kita drop lewat Salahaji dan TPI-nya di bagian utaranya,” kata Kapolda.

Irjen Marzuki mengatakan bahwa dalam setiap perjalannya yang paling penting dipastikan adalah sarana komunikasi. Karena itu, ia memerintahkan anak buahnya untuk menyiapkan sarana komunikasi.

Pilihannya Starlink yang memang mengandalkan jaringan ribuan satelit di orbit rendah Bumi, sehingga dapat menjangkau daerah terpencil.

Begitu sarana komunikasi berjalan, barulah Kapolda dapat memberi kabar mengenai situasi dan kondisi wilayah yang terpapar banjir dan longsor. “Terutama seperti Kabupaten Aceh Tamiang dan Kota Langsa yang terputus sarana komunikasinya,” kata Kapolda.

Pola menghidupkan komunikasi tersebut juga dilakukan Kapolda untuk wilayah-wilayah lain yang terputus komunikasi seperti Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.

Setelah menempuh empat hari perjalanan darat, Kapolda kembali ke markasnya di Polda Aceh pada Selasa (02 Desember 2025).

Begitu masuk ke ruang kerja, ia langsung memimpin rapat koordinasi dengan seluruh pejabat utama Polda Aceh membahas penanganan banjir dan longsor. Lalu mengontak seluruh Polres yang wilayahnya terpapar banjir.

Setiap saat, ia ingin memastikan pertolongan untuk masyarakat korban banjir dan longsor. []

Previous Post

PLN Diminta Pangkas Biaya Tagihan Listrik Masyarakat Aceh Selama Bencana

Next Post

Harga Tiket Melonjak hingga Rp 8 Juta Saat Bencana, YARA: Ini Eksploitasi Penderitaan Rakyat ‎

Next Post
Harga Tiket Melonjak hingga Rp 8 Juta Saat Bencana, YARA: Ini Eksploitasi Penderitaan Rakyat  ‎

Harga Tiket Melonjak hingga Rp 8 Juta Saat Bencana, YARA: Ini Eksploitasi Penderitaan Rakyat ‎

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Lagi, Senator Azhari Cage Pulangkan Jenazah Warga Aceh Tamiang dari Jakarta

Lagi, Senator Azhari Cage Pulangkan Jenazah Warga Aceh Tamiang dari Jakarta

05/04/2026
Tarif Resmi Ditegaskan, Dishub Aceh Barat Tindak Parkir Tak Sesuai Aturan

Tarif Resmi Ditegaskan, Dishub Aceh Barat Tindak Parkir Tak Sesuai Aturan

05/04/2026
Satgas PRR Aceh Terus Lakukan Pemutakhiran Data Korban Bencana

Satgas PRR Aceh Terus Lakukan Pemutakhiran Data Korban Bencana

05/04/2026
Tito Pastikan Percepatan Penanganan Pengungsi di Aceh

Tito Pastikan Percepatan Penanganan Pengungsi di Aceh

05/04/2026
Iran Buka Diplomasi Bilateral dengan Negara Tetangga, Ini Syaratnya

Iran Buka Diplomasi Bilateral dengan Negara Tetangga, Ini Syaratnya

05/04/2026

Terpopuler

Bupati Sibral Salurkan Jadup untuk 15.377 Jiwa Warga Pidie Jaya

Bupati Sibral Salurkan Jadup untuk 15.377 Jiwa Warga Pidie Jaya

03/04/2026

Ketika Kapolda Aceh Menerobos Kota Mati

Saat Hasan Tiro ‘Menampar’ Abang Samalanga dan Mualem

Hapus JKA = Bunuh Hak Rakyat, Fadhlullah TM Daud: Pemerintah Aceh Jangan Main Api

Sumsel United Akui Persiraja Banda Aceh Jago Kandang

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com