MEUREUDU – Penanganan paska bencana bukan hanya fokus pada Rehabilitasi dan Rekontruksi, tapi juga ekonomi masyarakat.
Hal itu dikatakan oleh ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehab dan Rekon paska bancana Aceh, Sumatera Barat dan Utara, Tito Karnavian saat mengunjungi Pidie Jaya Rabu 21 Januari 2026
Kasatgas PRR yang juga Mendagari RI juga menyahuti permintaan Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi untuk memasukkan rumah masyarakat yang terendam banjir dan lumpur mulai 5 hingga 50 centimeteri ke dalam katagori rusak ringan dan mendapatkan bantuan stimulus pembersihan rumah.
Menurut Tito, penanganan paska bencana bukan hanya berfokus Rehabilitasi dan Rekontruksi, tapi juga pemulihan ekonomi masyarakat. Kata dia, salah satu bentuk pemulihan ekonomi masyarakat adalah dengan meberikan stimulus biaya pembersihan rumah bagi masyarakat.
“Bisa. Masukkan ke dalam data rusak ringan ringan saja. Dengan ini nanti, warung-warung akan hidup ekonomi berputar. Karena penanganan paska bencana tidak hanya RR saja. Tapi juga pemulihan ekonomi masyarakat. Uang negara untuk masyarakat kok,” kata Tito Karnavian menyahuti permintaan Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi saat memanatu perkembangan penanganan paska bencana di Pidie Jaya
Sahutan atas permintaan Bupati Pidie Jaya tersebut disampaikan di hadapan Kepala BNPB Suharyanto, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri dan Sekda Pidie Jaya, Munawar Ibrahim.
Meski demikian, Tito menegaskan bahwa data yang disampaikan itu harus benar-benar realistis dan sesuai dengan fakta. Supaya tidak ada masalah. ” Datanya harus rill. Supaya tidak ada masalah,” tandas Tito Karnavian.
Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi meminta kepada Tito Karnavian untuk memasukkan rumah masyarakat Pidie Jaya yang terendam banjir dan lumpur mulai 5 hingga 50 centimeter untuk dapat disetujui dimasukkan dalam data rusak ringan dan mendapat bantuan dari pemerintah.
“Masyarakat yang rumah tegenang banjir dan lumpur mulai 5 hingga 50 centimeter, untuk dapat bapak setujui masuk dalam katagori rusak ringan. Ini untuk membantu masyarakat dalam melakukan pembersihan rumah yang tergenang banjir dan lumpur terbantu ekonominya,” kata Sibral Malasyi kepada Tito Karnavian.[Mul]









