BIREUEN – Untuk meningkatkan profrsionalisme guru madrasah ibtidaiyah dalam Gugus Bireuen, Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKG MI) Gugus Bireuen mengadakan pelatihan atau workshop penyusunan modul dan aksi penguatan profil pelajar pancasila dan profil pelajar rahmatan lil’alamin (P5PPRA) kurikulum merdeka
Acara tersebut berlangsung mulai Senin (22/1) sampai Rabu (24/1) di aula MAN 2 Bireuen, Cot Gapu, Kota Juang.
Ketua kelompok kerja kepala madrasah ibtidaiyah dalam Gugus Bireuen, Bukhari SPd, yang diwakili Darmawati MAg dalam sambutannya menyambut baik pelaksanaan workshop penyusunan modul dan aksi penguatan profil pelajar pancasila dan profil pelajar rahmatan lil’alamin (P5PPRA).
Ia mengatakan, peningkatan kualitas guru dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan workshop seperti ini.
“Kegiatan ini merupakan kegiatan mandiri, yang dibiayai oleh guru,” katanya.
Darmawati berharap, peserta dapat mengikuti materi workshop sampai tuntas.
Sebelumnya, ketua panitia Mauliddin Nur, dalam laporannya menyebutkan, pelatihan P5PPRA diikuti 32 guru dari 8 MI yang berada dalam Gugus Bireuen.
Setiap tahun, kata Mauliddin, pengurus KKG MI Gugus Bireuen selalu menyediakan wadah untuk berpikir dan untuk menambah ilmu pengetahuan tentang cara mengajar.
“Selaku guru, kita harus meningkatkan kompetensi diri, karena dunia pendidikan selalu dalam dinamika, mengalami perubahan,” demikian antara lain kata Mauliddin.
Menurutnya, guru profesional adalah guru yang punya prinsip belajar, terutama tentang cara mengajar.
Melalui workshop keempat yang diselenggarakan oleh pengurus KKG MI Gugus Bireuen, dia mengajak sesama guru untuk menjadi guru professional.
Ada tiga materi yang akan diikuti oleh peserta, materi penyusunan modul P5PPRA, pelaksanaan P5PPRA dan materi penilaian pelaksanaan P5PPRA, semua materi tersebut disampaikan oleh pengawas madrasah, Drs Ridlwan MPd.
Acara pembukaan penyusunan modul dan aksi penguatan profil pelajar pancasila dan profil pelajar rahmatan lil’alamin (P5PPRA) kurikulum merdeka juga dihadiri oleh kepala madrasah ibtidaiyah dalam Gugus Bireuen.











