Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh di bawah kepemimpinan Pj Wali Kota Amiruddin berhasil menuntaskan pembayaran utang tahun anggaran 2023 yang merupakan peninggalan tahun anggaran 2022. Nilainya mencapai Rp 148 miliar, termasuk di dalamnya kewajiban kepada pihak ketiga.
Hal tersebut disampaikan Pj Wali Kota Amiruddin menjawab pertanyaan sejumlah awak media di pendopo, Jumat, 12 Januari 2024.
“Alhamdulillah, kita berhasil menuntaskan utang yang menjadi kewajiban pada tahun anggaran 2023,” ujarnya.
Ia pun menyebut saat ini kondisi keuangan Pemko Banda Aceh semakin sehat dan menjadi faktor penting dalam menyukseskan program-program pembangunan. “Untuk 2024 ini kita awali dengan baik dan komitmen kita tidak lagi mengakhiri dengan utang.”
Pihaknya pun kini bisa lebih fokus dalam mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2024 yang telah ditetapkan, sekaligus melakukan efisiensi belanja. “Sebagai catatan, pada 2023 kita mampu merealisasikan target PAD sebesar 101 persen,” katanya.
“Insya Allah dengan komitmen dan kerja keras segenap jajaran, kita bisa mencapai target PAD tahun ini dan memprioritaskan lebih banyak program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Amiruddin, keberhasilan Pemko Banda Aceh dalam menyelesaikan utang tidak terlepas dari upaya kolaboratif yang dilakukan pihaknya bersama stakeholder terkait. “Salah satunya kuncinya, yaitu kita memiliki roadmap penyelesaian utang yang konkret yang kita sepakati bersama legislatif,” katanya.











