SIGLI – Ketua Gerindra Pidie Muhammad Saleh menilai pernyataan Ketua DPR Aceh Zulfadli di rapat Sidang Paripurna sangat tendensius dengan menyerang Wagub Aceh Fadhlullah (Dek Fadh). Hal ini dinilai sama halnya dengan menyerang Gubernur Aceh Muallem.
Zulfadli yang secara tendensius menyerang Wagub Aceh, Fadhlullah, sebagai sosok dibalik pengangkatan Plt Sekda Aceh sama sekali tidak pantas dan tidak Beretika dan disebarkan di medsos itu sungguh tidak bermoral
Hal itu dikatakan oleh Muhammad Saleh ketua Gerindra Pidie kepada Atjehwatch.com, Minggu 23 Februari 2025.
“Harusnya Bisa langsung berkomunikasi dengan baik Dengan Muallem dan Dek Fadh Bukan malah sebaliknya memantik dishormanisasi yang berdampak terhadap kepemimpinan dan pembangunan Aceh kedepan, apalagi diucapkan saat memimpin Paripurna itu dapat menimbulkan opini liar publik bahwa Muallem tidak mampu menilai dan mempertimbangkan pejabat yang ditunjuknya,” kata M. Saleh ketua Gerindra Pidie.
Seharusnya DPR Aceh Bersinergi dengan pemerintah Aceh untuk membangun Aceh kedepan lebih maju sebagaimana cita-cita dan visi Misi Muallem-Dek Fadh untuk Lima tahun kedepan dan seterusnya.
“Bek peulop bola lam gon Droe ketua DPRA Zulfadli, Jangan sampai pernyataan Ketua DPRA ini merusak hubungan harmonis antara Partai Aceh dan Partai Gerindra yang telah terjalin selama 15 tahun,” ujar M. Saleh
“Mari kita kawal dan mendukung Pemerintah Aceh dibawah Muallem-Dek Fadh untuk Pembangunan Aceh ke Arah lebih baik dan maju demi terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah SWT,” kata M. Saleh ketua Gerindra Kabupaten Pidie. [Mul]

![[Opini] Power Syndrome Terhadap Pemimpin Baru](https://atjehwatch.com/wp-content/uploads/2025/02/WhatsApp-Image-2025-02-23-at-22.38.28-75x75.jpeg)








