BEUTONG – Masyarakat Lhok Seumot Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, sedang ditimpa banjir dan hamparan lumpur yang menumpuk sehingga menyebab air sungai naik ke pemukiman warga. Hal ini dapat menjadi keresahan dan kekhawatiran bagi warga setempat.
Menurut keterangan pemuda Lhok Seumot, Said Alif Muhammad, kejadian serupa terjadi pada pukul 21.50 hingga O2.10 dini hari tadi.
“Malam masih terjadi hujan deras dan air semakin meluap kerumah-rumah warga. Hal ini menjadi keresahan dan menjadi beban warga di malam hari,” katanya.
Said Alif Muhammad atau yang akrab disapa Cutdek, menceritakan hampir seluruh warga Gampong Lhok Seumot terkenak dampak dari bencana alam ini. Ia berharap kejadian ini dapat perhatian dari pemerintah setempat.
“Saya dan kawan kawan juga telah memberitahukan kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan terus waspada, guna mencegah banjir susulan masuk kembali ke permukiman warga,” ujarnya, Rabu 5 Maret 2025.
Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Beutong (IPMB) juga menceritakan hal yang sama bahwasanya kejadian ini sudah sering terjadi saat hujan deras.
“Hal ini terjadi disebabkan karna dimana sungai yang semestinya menjadi tempat penampungan dan pembuangan air, kini tidak lagi bekerja sedemikian rupa. Disebabkan karna lumpur yang telah menumpuk sehingga tidak adanya ruang untuk air mengalir,” ujar ketua Umum IPMB Banda Aceh
Ketua Umum IPMB Banda Aceh Bukhari menegaskan kondisi ini karena kurangnya perhatian dari pemerintah sehingga hal ini terjadi berulang kali.
“Dengan hal yang sama yaitu sungai krueng kulu atau arus Irigasi dipadati dengan lumpur,” ujar Bukhari.
“Bukhari meminta kepada pemerintah (Pemkab) Nagan Raya untuk dapat memperhatikan kembali kondisi perairan di sungai Krueng kulu tersebut,” tegas Ketua Umum IPMB Banda Aceh.










