Banda Aceh – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan masih banyak permasalahan untuk terus ditangani dalam proses pemulihan pascabencana di Aceh, meski terdapat hal-hal yang sudah berjalan baik.
“Tadi saya sampaikan progres tentang perkembangan penanganan bencana Aceh. Ada masalah-masalah dan ada yang sudah bisa selesai dengan baik,” kata Mendagri Tito Karnavian di Banda Aceh, Minggu.
Progres penanganan bencana Aceh disampaikan Mendagri Tito Karnavian saat memberikan sambutan usai melaksanakan Shalat Subuh berjamaah di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.
Seperti diketahui, Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera itu sejak Kamis (19/2) hingga hari ini melakukan kunjungan ke sejumlah daerah terdampak bencana di Aceh.
Mendagri menyampaikan dalam kunjungannya telah banyak mendapatkan atau mengumpulkan informasi terbaru, termasuk dari hasil diskusinya dengan Wakil Gubernur (Wagub) Aceh serta bupati /wali kota di daerah terdampak.
Mendagri Tito menyebutkan adapun masalah-masalah yang harus ditangani, pertama terkait penyelesaian pengungsi, terutama warga yang rumahnya rusak berat. Apakah nantinya mereka ditetapkan ke hunian sementara (huntara).
“Karena ada yang di tenda seperti di Langkahan (Aceh Utara), tapi untung sudah diambil alih oleh Menteri PU (Pekerjaan Umum), dan berjanji sebelum Idul Fitri huntara di Langkahan selesai,” ujarnya.
Kemudian terkait bantuan untuk warga yang rumahnya rusak ringan dan sedang, lalu bantuan stimulan perabotan, ekonomi. Karena itu, kata dia, pemerintah kabupaten/kota dan provinsi agar segera melakukan konsolidasi data, sehingga cepat dilaksanakan.
Masalah lainnya, lanjut Mendagri, beberapa jembatan yang harus segera diselesaikan karena masih temporer. Kemudian jalan longsor juga masih ada di beberapa titik terutama di jalur pegunungan.
Seperti lima titik jalan longsor di kawasan Lokop (Kabupaten Aceh Timur), penghubung jalan menuju Blangkejeren (Gayo Lues) belum terbuka penuh.
Kemudian juga ada permasalahan lumpur di Aceh Tamiang masih terlihat cukup berat pada beberapa titik, meskipun di jalanan umumnya sudah mulai bersih.
“Tapi di dalam-dalamnya, sama dengan Aceh Utara ada beberapa tempat, kemudian Bireuen dan Pidie Jaya yang itu dalam kota. Ini juga belum tuntas, kemudian kita lihat sungai yang kemarin di Pidie Jaya banjir lagi,” kata Mendagri Tito Karnavian.
Selanjutnya, beberapa fasilitas pendidikan, rumah ibadah dan pondok pesantren juga ada beberapa yang belum maksimal. Semua ini bakal dibahas untuk segera dikerjakan semua.
“Nanti saya rapatkan ke Jakarta dengan para menteri untuk kita bagi tugas lagi, menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada ini,” ujar Mendagri.










