BLANGPIDIE — Melihat kondisi kehidupan seorang janda miskin bersama dua anaknya di Gampong Lhok Pawoh, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengundang keprihatinan mendalam.
Di tengah deru pembangunan, Munarwati (36) bersama dua anaknya yang masih kecil terpaksa menghabiskan hari-harinya di sebuah gubuk yang jauh dari kata layak, dengan dinding yang hanya tertutupi lembaran plastik serta beberapa lembar papan.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi bangunan yang sudah sangat lapuk. Selain beratap rumbia yang kerap bocor saat hujan, sebagian dinding rumah tidak lagi menggunakan kayu atau papan, melainkan plastik bekas dan terpal untuk menghalau angin malam serta percikan air hujan, Rabu (15/04/3026).
Keuchik (Kepala Desa) Lhok Pawoh, Amiruddin, membenarkan kondisi warganya tersebut. Menurutnya, pihak pemerintah Gampong sebenarnya tidak tinggal diam, namun keterbatasan anggaran membuat bantuan pembangunan rumah secara total sulit terealisasi.
Selama sang kepala keluarga atau suami Munarwati meninggal dunia, warga sekitar kerap membantu sekadarnya untuk memperbaiki bagian-bagian yang rusak parah. Namun, untuk membangun rumah layak huni (RLH), dibutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Keluarga kecil itu terhitung baru tinggal sekitar tiga tahun lebih di Dusun Ujung Arun Lhok Pawoh. Sejak suaminya meninggal, Munarwati terpaksa bekerja serabutan untuk menghidupi dua anaknya yang masih kecil,” tutur Keuchik Amiruddin.
Ibu dua anak tersebut sangat mengharapkan uluran tangan dermawan, instansi pemerintah setempat, seperti Dinas Sosial maupun Baitul Mal untuk dapat mengambil peran atas persoalan sosial yang dihadapi keluarga miskin itu hingga bisa mendapatkan hunian yang lebih manusiawi dan aman.
Semoga saja harapan baru bisa menyelimuti kediaman Munarwati, seorang ibu yang tinggal dengan dua anaknya di Dusun Ujung Aron, Desa (Gampong) Lhok Pawoh, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).
Sehari berselang setelah informasi beredar tentang nasib janda bersama dua orang anaknya yang masih kecil, Camat Manggeng, Ridha Wiyardi didampingi Sekcem Edil Fitri langsung berkunjung ke rumah tersebut sembari menenteng beberapa sembako, Kamis (16/04), Camat Ridha merasa prihatin karena hunian ini jauh dari kata layak karena hanya berdinding lapisan plastik.
“Kunjungan ini menjadi bukti respons cepat pemerintah dalam menyikapi laporan warga terkait masalah kesejahteraan sosial. Kita mewakili Pemerintah Kabupaten langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi tersebut,” kata Ridha kepada wartawan.
Dalam kunjungannya, Ridha mengatakan kalau kondisi rumah itu telah dilaporkan kepada pimpinan di kabupaten agar Munarwati bersama dua anaknya bisa tinggal ditempat yang layak. Sebab, memberi perhatian kepada fakir miskin apalagi rumah anak yatim menjadi program utama Bupati Safaruddin dan Wakil Bupati Zaman Akli.
“Kami tidak ingin ada warga Manggeng, apalagi seorang ibu yang sedang membesarkan anak-anaknya, tinggal di rumah yang kondisinya memprihatinkan. Hari ini kami berkoordinasi langsung mencoba untuk mengusulkan agar mendapatkan rumah layak,” ujar Ridha di sela-sela peninjauannya.
Gayung bersambut, setelah kunjungan Camat Manggeng dan rombongan, hadir tepat waktu pihak Baitul Mal Abdya untuk melihat langsung kondisi masyarakat miskin di Lhok Pawoh itu.
Komisioner Baitul Mal Abdya itu mendapati lukisan rumah yang ditempati Munarwati berkonstruksi kayu, berdinding terpal plastik dan beratap daun rumbia. Tidak memiliki kamar, hanya polos seadanya.
Tim yang turun ke lokasi terdiri dari anggota Baitul Mal Salman Syarif dan Tgk Syamsuar Dana, Dewan Pengawas Tgk Muhammad Maimun serta Kepala Sekretariat Bustari yang ikut didampingi Keuchik Gampong setempat.
Kepala Sekretariat Baitul Mal Abdya, Bustari menyebutkan, kondisi rumah yang ditempati Munarwati sangat memprihatinkan. Ia menilai struktur rumah tersebut tidak layak untuk ditempati, terutama saat cuaca buruk. Karena itu, pihaknya berjanji akan berupaya memprioritaskan rumah baru untuk keluarga Munarwati.
“Insyaallah kami akan segera melaporkan hal ini kepada pak Bupati,” ujar Bustari.
Ia juga mengungkapkan, Munarwati telah masuk dalam data penerima bantuan Baitul Mal. Kunjungan lapangan dilakukan untuk memastikan kesesuaian data dengan kondisi di lapangan.
“Datanya sudah masuk ke Baitul Mal, dan hari ini kita jadwalkan turun melakukan verifikasi langsung kelayakan bantuan yang akan diterima,” kata Bustari.
Dalam kesempatan itu, Baitul Mal juga meminta pemerintah Gampong Lhok Pawoh agar membantu melengkapi dokumen persyaratan bantuan rumah layak huni bagi keluarga Munarwati.
Semoga saja asa Munarwati dan anak-anaknya yang hidup di gubuk plastik itu akan mendapatkan rumah layak huni di tahun ini.











