Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan kondisi cuaca panas dan disertai embusan angin kencang berpotensi memperluas sebaran kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kabupaten di Provinsi Aceh.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, Senin, mengatakan kondisi cuaca yang kering dapat memicu percepatan rambatan api di vegetasi lahan yang mudah terbakar.
“Hasil pemantauan visual, api belum berhasil dipadamkan dan masih dalam penanganan. Diperkirakan api masih bisa meluas mengingat kondisi cuaca saat ini panas dan angin kencang,” ucapnya.
Direktorat Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB mengkonfirmasi sebagaimana laporan yang diterima sampai dengan Minggu (31/5), eskalasi titik api terbesar saat ini terkonsentrasi di wilayah Kabupaten Nagan Raya dengan luasan lahan terbakar sementara mencapai 17 hektare.
Kebakaran di Nagan Raya tersebut melanda kawasan Gampong Kayee Uneo di Kecamatan Darul Makmur serta Gampong Babah Lueng di Kecamatan Tripa Makmur, dimana tim gabungan tengah mengerahkan dua mesin pompa air untuk memblokade pergerakan api.
Selain Nagan Raya, amukan si jago merah dalam waktu yang bersamaan juga menghanguskan sedikitnya dua hektare lahan di Gampong Berawang dan Gampong Kuta Padang Layung, Kecamatan Bubon, Kabupaten Aceh Barat.
Hingga saat ini, menurut dia, operasi pemadaman darat di Aceh Barat masih terus bergulir lantaran bara api di lapisan bawah tanah belum sepenuhnya padam.
Sementara itu untuk kluster karhutla di Kabupaten Aceh Tengah yang sempat menghanguskan tiga hektare lahan di Kecamatan Ketol, Bebesen, dan Kebayakan, dipastikan telah berhasil dipadamkan total oleh petugas pemadam kebakaran setempat.










