Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Januari hingga 6 Juni 2026, Aceh Alami Kerugian Rp34,7 Miliar Akibat Karhutla

redaksi by redaksi
08/06/2026
in Nanggroe
0
Panas dan Angin Kencang Berpotensi Perluas Karhutla di Aceh

Mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang membakar lahan seluas kurang lebih tiga hektare di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. ANTARA/HO-BPBD Aceh Tengah

Banda Aceh – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat sebanyak 20 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di berbagai wilayah Aceh sepanjang periode 1 Januari hingga 6 Juni 2026.

Dari kejadian tersebut, total luas lahan yang terbakar mencapai 247 hektar, berdampak pada 29 kecamatan dan 40 desa dengan estimasi kerugian mencapai Rp34,7 miliar.

Berdasarkan data Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBA, wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak adalah Kota Lhokseumawe sebanyak 5 kejadian, disusul Kabupaten Aceh Barat sebanyak 4 kejadian dan Kabupaten Aceh Besar sebanyak 3 kejadian. Sementara itu, Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah masing-masing mencatat 2 kejadian, sedangkan Aceh Singkil, Nagan Raya, Aceh Jaya, dan Kota Langsa masing-masing mengalami 1 kejadian karhutla.

Meskipun jumlah kejadian terbanyak terjadi di Lhokseumawe, luasan lahan terbakar terbesar tercatat di Kabupaten Nagan Raya dengan total sekitar 95 hektar, sehingga menjadi wilayah yang mendapat perhatian khusus dalam upaya penanganan dan pencegahan karhutla di Aceh.

BPBA menilai ancaman karhutla masih menjadi salah satu bencana yang perlu diwaspadai seiring meningkatnya suhu udara dan berkurangnya curah hujan di sejumlah wilayah Aceh. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko munculnya titik api, terutama pada lahan gambut, semak belukar, dan kawasan yang rentan mengalami kekeringan.

Dalam rangka mengantisipasi terjadinya karhutla yang lebih luas, BPBA terus berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota, TNI, Polri, Manggala Agni, serta berbagai pihak terkait untuk memperkuat langkah mitigasi, patroli lapangan, sosialisasi kepada masyarakat, dan kesiapsiagaan personel serta peralatan pemadaman.

BPBA juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah masing-masing.

“Pencegahan merupakan langkah paling efektif dalam mengurangi risiko dan dampak karhutla. Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar Aceh tetap hijau, aman, dan terhindar dari bencana asap,” demikian imbauan BPBA.

Dengan sinergi seluruh pihak, diharapkan potensi kebakaran hutan dan lahan di Aceh dapat ditekan sehingga kerugian lingkungan, ekonomi, dan sosial yang ditimbulkan dapat diminimalkan.

Previous Post

Terbukti Tilep Rp1,1 Miliar, Eks Bendahara DPMG-PKB Bireuen Divonis 6 Tahun Penjara

Next Post

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Next Post
Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

08/06/2026
Panas dan Angin Kencang Berpotensi Perluas Karhutla di Aceh

Januari hingga 6 Juni 2026, Aceh Alami Kerugian Rp34,7 Miliar Akibat Karhutla

08/06/2026
Terbukti Tilep Rp1,1 Miliar, Eks Bendahara DPMG-PKB Bireuen Divonis 6 Tahun Penjara

Terbukti Tilep Rp1,1 Miliar, Eks Bendahara DPMG-PKB Bireuen Divonis 6 Tahun Penjara

08/06/2026
Pesantren Modern Al Zahrah Tingkatkan Kompetensi Guru Asuh melalui Program Penguatan Tahsin

Pesantren Modern Al Zahrah Tingkatkan Kompetensi Guru Asuh melalui Program Penguatan Tahsin

08/06/2026
Jendela Masjid Al-Muttaqin Bener Meriah Rusak Usai Gempa 4,2 Magnitudo

Jendela Masjid Al-Muttaqin Bener Meriah Rusak Usai Gempa 4,2 Magnitudo

08/06/2026

Terpopuler

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

06/06/2026

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

Nyan, Bupati Pidie Jaya Perintahkan Pendataan Anak Putus Sekolah, Sekolah Rakyat Jadi Instrumen Putus Rantai Kemiskinan

Din Saja: Seniman Sudah 35 Tahun Mengeluh, Dinas Kebudayaan Perlu Dievaluasi

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com