Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kampus

USK Kukuhkan Lima Profesor Baru: Perkuat Inovasi dan Solusi bagi Masyarakat Aceh

redaksi by redaksi
10/06/2026
in Kampus
0
USK Kukuhkan Lima Profesor Baru: Perkuat Inovasi dan Solusi bagi Masyarakat Aceh

BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) kembali memperkuat posisi akademisnya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dengan mengukuhkan lima profesor baru dalam Sidang Terbuka Senat Akademik di Gedung AAC Prof. Dr. Dayan Dawood, MA, Selasa (9/6/2026).

Kelima guru besar yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Sulaiman, S.H., M.H., Prof. Dr. Zahratul Idami, S.H., M.Hum., Prof. Dr. Sri Walny Rahayu, S.H., M.Hum., Prof. Dr. Teuku Muttaqin Mansur, M.H., dan Prof. Dr. Ners. Ardia Putra, S.Kep., MNS.

Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian jabatan akademik tertinggi tersebut. Saat ini, USK telah memiliki 246 profesor yang terdiri dari 179 profesor di bidang sains dan 67 profesor di bidang sosial humaniora. Rektor menegaskan bahwa kehadiran para guru besar ini adalah kekuatan akademik untuk menjawab tantangan pembangunan bangsa.

“Jabatan profesor bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab intelektual untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas. USK adalah milik masyarakat Aceh, dan setiap ilmu yang lahir dari kampus ini harus kembali menjadi solusi untuk memajukan daerah,” ujar Rektor.

Kehadiran lima profesor baru ini membawa kontribusi keilmuan yang krusial. Prof. Dr. Sulaiman, S.H., M.H., fokus pada kajian hukum tanah adat, sementara Prof. Dr. Zahratul Idami, S.H., M.Hum., menawarkan model kepemimpinan Islam dalam tata kelola pemerintahan yang berintegritas. Di sektor ekonomi dan hukum, Prof. Dr. Sri Walny Rahayu, S.H., M.Hum., menekankan pentingnya rekonstruksi tata kelola halal berbasis digital.

Di bidang hukum adat, Prof. Dr. Teuku Muttaqin Mansur, M.H., mencetak sejarah dengan kepakaran peradilan adat pertama di Indonesia yang lahir dari USK. Melengkapi barisan tersebut, Prof. Dr. Ners. Ardia Putra, S.Kep., MNS., memberikan kontribusi melalui inovasi sistem pelaporan digital untuk mencegah kekerasan terhadap tenaga kesehatan.

Rektor kembali menekankan bahwa peran para profesor harus melampaui ruang kelas. Ia mendorong agar kepakaran mereka segera diimplementasikan untuk kepentingan publik.

“Kami mendorong agar seluruh kepakaran yang dimiliki para profesor USK hari ini benar-benar mampu memberi dampak yang nyata bagi masyarakat. Gelar profesor harus menjadi sumber gagasan dan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung,” tegas Rektor.

Prof. Mirza menutup prosesi dengan pesan agar para profesor baru senantiasa menjaga kerendahan hati. Menurutnya, kemuliaan seorang akademisi sejati bukan terletak pada gelar yang disandang, melainkan pada seberapa besar kepedulian dan manfaat yang mampu diberikan bagi sesama.

Prosesi ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Senat Akademik, Majelis Wali Amanat, para Wakil Rektor, Dekan, serta tamu undangan lainnya.

Previous Post

Bupati Al-Farlaky Pantau Operasi Bibir Sumbing

Next Post

Blok South Andaman Pemicu Konflik Terulang Kembali Di Aceh

Next Post
KKR Hilang Arah: Aktivis HAM Desak Komisi 1 DPRA Segera Ganti semua Komisioner

Blok South Andaman Pemicu Konflik Terulang Kembali Di Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Mualem Ngaku Kemiskinan Aceh Naik jadi 17% Akibat Bencana

Mualem Ngaku Kemiskinan Aceh Naik jadi 17% Akibat Bencana

10/06/2026
Mendagri Klaim Aceh Sudah Normal Tapi Belum Permanen

Mendagri Klaim Aceh Sudah Normal Tapi Belum Permanen

10/06/2026
Warga Banda Aceh Tumpah Ruah Saksikan Dakwah Akbar

Warga Banda Aceh Tumpah Ruah Saksikan Dakwah Akbar

10/06/2026
KKR Hilang Arah: Aktivis HAM Desak Komisi 1 DPRA Segera Ganti semua Komisioner

Blok South Andaman Pemicu Konflik Terulang Kembali Di Aceh

10/06/2026
USK Kukuhkan Lima Profesor Baru: Perkuat Inovasi dan Solusi bagi Masyarakat Aceh

USK Kukuhkan Lima Profesor Baru: Perkuat Inovasi dan Solusi bagi Masyarakat Aceh

10/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Syeh Do: Rapai Uroh Miliki Harmoni Unik yang Tidak Dimiliki Kesenian Lain

HUT Pidie Jaya 2026: Antara Perayaan, Pemulihan Pascabencana dan Penguatan Syariat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com