Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Mualem: Bencana Bukan Kurap, Tangani dengan Serius

Admin1 by Admin1
11/05/2020
in Internasional
0

Banda Aceh – Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh (PA) H. Muzakir Manaf (Mualem) menilai. Aceh merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang sangat rawan bencana, khususnya gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, dan beberapa bencana alam lainnya.

Kondisi ini tidak terlepas dari letak geografis Indonesia yang berada pada zona cincin api, karena diapit tiga lempeng bumi aktif di dunia, rangkaian jalur gunung api, serta kondisi hidrologis dan klimatologis lainnya.

Tingginya risiko bencana, idealnya dapat membentuk kesadaran pemerintah dan masyarakat Aceh secara kolektif. Salah satunya, harus bisa “bersahabat” dengan bencana, mayoritas rakyat Aceh tinggal di wilayah yang memiliki risiko bencana tinggi.

“Jadi perlu pembelajaran serius dan harus dikelola Pemerintah Aceh dengan cara mengajar (edukasi) masyarakat. Dan, peran Pemerintah Aceh melalui Kepala SKPA terkait, memegang peran penting,” kata Ketua Umum DPA PA H. Muzakir Manaf (Mualem) melalui Juru Bicara (Jubir) PA, H. Muhammad Saleh di Banda Aceh, Senin (11/5/2020).

Mualem mencontohkan, di Wilayah Ketapang, Kota Banda Aceh. Dulu juga pernah banjir besar tahun 2014, akibat hujan lebat. Kini, pada bulan yang sama tahun 2020, kondisinya juga demikian. Termasuk banjir besar di Tangse dan Geumpang, Kabupaten Pidie, Aceh Utara, Aceh Barat, Nagan Raya dan sejumlah daerah lainnya di Aceh.

“Sebenarnya kita harus terus belajar, karena sudah memiliki pengalaman sama. Jadi, bek peulaku ngon manajemen kurap (jangan menggunakan manajemen penyakit kurap),” kritik Mualem.

Artinya, jangan seperti orang terserang penyakit kurap dan diobati dengan salap panasea. Hasilnya, hanya bisa menyembuhkan sementara tapi tidak menuntaskan penyakit (masalah).

Kesadaran tersebut, kata Mualem, idealnya tidak hanya didapatkan dari sisi teknologi, namun juga sosial, kebudayaan, termasuk meningkatkan kemampuan mereka untuk belajar mengurangi risiko bencana. “Disinilah peran Pemerintah Aceh menjadi sangat penting,” ujar Mualem.

Padahal data penduduk Aceh terus meningkat. Karena itu tidak mungkin cara penanganan saat ini (2020) akan sama dengan 2024 mendatang.

“Lihat data banjir tahun 2015, sekarang tahun 2020. Tentu penanganan juga berbeda. Semua kabupaten dan kota punya risiko tinggi. Data itu sudah ada sejak tahun 2014. Sekarang 2020. Coba bayangkan kita masih menangani banjir saat ini seperti 6 tahun lalu,” kritik Mualem.

Menurut Mualem, salah satu bagian penting dalam pengurangan risiko bencana adalah mengakses informasi terkait daerah rawan bencana, melakukan tindakan yang mengandung mitigasi bencana, mengantisipasi bencana dengan skenario terburuk, serta meminimalkan risiko.

Nah, salah satu upaya yang harus dilakukan adalah, meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pengurangan risiko bencana.

“Kalau kita lihat data yang disampaikan di surat kabar dan media daring, hanya data positif dan negatif saja. Tapi, tak ada pembahasan secara dalam tentang bagaimana mereka sekarang, bagaimana di tempat tinggalnya, sehingga masyarakat lain tidak resah,” ungkap Mualem melalui Jubir DPA PA, H.Muhammad Saleh.

Kata Mualem, satu saluran untuk mendapatkan pengetahuan adalah media massa. Peran media memiliki elemen penting dalam penyadaran publik, dalam memberikan informasi, tidak terkecuali informasi bencana.

Selain itu, diperlukan peningkatkan kemampuan literasi yang baik dan mengambil hikmah serta pelajaran dari informasi tersebut. “Pemerintah Aceh harus jelas memberikan informasi terkait Covid-19 atau corona di Aceh serta berbagai titik rawan bencana lainnya kepada masyarakat secara terbuka. Termasuk skema pengunaan anggaran yang transparan,” tegas Mualem.

Dia juga meminta DPR Aceh umumnya dan Fraksi Partai Aceh maupun fraksi-fraksi dari Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) khususnya, untuk tetap mengawasi secara ketat kebijakan sadar bencana yang dilakukan Pemerintah Aceh maupun pengunaan anggarannya.

“Jangan ketika datang bencana, rakyat melarat sementara pejabat menjadi lebih “sehat”,” kata Mualem mengingatkan.[]

Tags: acehbencanamualem
Previous Post

Cerita Tipu-tipu Aceh Demi Indonesia

Next Post

991 Meninggal dari 14.265 Kasus, Tingkat Kematian Corona RI 6,94 Persen

Next Post

991 Meninggal dari 14.265 Kasus, Tingkat Kematian Corona RI 6,94 Persen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Haykal Nahkodai FPRB Pidie Jaya 2026–2031, Siap Perkuat Ketangguhan Daerah Hadapi Bencana

Haykal Nahkodai FPRB Pidie Jaya 2026–2031, Siap Perkuat Ketangguhan Daerah Hadapi Bencana

05/08/2026
Musda Demokrat Aceh Resmi Dibuka, Perebutan Kursi Ketua DPD Dimulai

Musda Demokrat Aceh Resmi Dibuka, Perebutan Kursi Ketua DPD Dimulai

05/08/2026
Forkopemras Aceh Selatan Minta Peserta Seleksi JPT Pratama Andalkan Kompetensi dan Integritas, Bukan Kedekatan

Forkopemras Aceh Selatan Minta Peserta Seleksi JPT Pratama Andalkan Kompetensi dan Integritas, Bukan Kedekatan

05/08/2026
Wakil Rektor USK Harap PPG USK Lahirkan Guru Profesional dan Religius

Wakil Rektor USK Harap PPG USK Lahirkan Guru Profesional dan Religius

05/08/2026
Eksekusi Putusan Inkracht, Kejari Pidie Jaya Lelang Solar dan iPhone Secara Terbuka

Eksekusi Putusan Inkracht, Kejari Pidie Jaya Lelang Solar dan iPhone Secara Terbuka

05/08/2026

Terpopuler

Mualem: Bencana Bukan Kurap, Tangani dengan Serius

11/05/2020

Kapolres Pidie Jaya Kritik Evaluasi SKPK: Jangan Bicara Tanpa Data, Rakyat Berhak Tahu Kinerja Pemerintah

Haykal Nahkodai FPRB Pidie Jaya 2026–2031, Siap Perkuat Ketangguhan Daerah Hadapi Bencana

Kejari Pidie Jaya Lelang 1.296 Liter Solar dan iPhone Rampasan Negara, Eksekusi Aset Hasil Putusan Berkekuatan Hukum Tetap

Lima Tahun Bertahan Tanpa Orang Tua, Lima Bersaudara di Pidie Jaya Pernah Dua Hari Menahan Lapar

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com