BANDA ACEH – Tiga nelayan asal Aceh yang sebelum ditahan di Port Blair, Andaman, India, karena melewati batas negara saat melaut akan segera dipulangkan ke Aceh. Sebelumnya sudah beberapa bulan bebas, karena kondisi Covid-19 proses pemulangan sempat terkendala.
Informasi ini disampaikan Anggota DPRA, yang juga Sekretaris Komisi V DPR Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky. “Informasi juga disampaikan ke kami oleh Sekjend Panglima Laot Bang Miftah Cut Adek. Alhamdulillah, akan ada tiga lagi nelayan kita yang sebelumnya ditahan di Andaman segera pulang ke Aceh dan berkumpul bersama keluarga,” ujar Al-Farlaky, Rabu (30/9/2020) malam.
Kata Iskandar, mereka yang bakal segera dipulangkan adalah ABK kapal Athya 02 atas nama Munazir, Kaharuddin, dan Azman Syah. Berdasarkan KBRI New Delhi, ketiganya akan dipindahkan dari Port Blair pada 4 Oktober serta pada 5 Oktober akan terbang dengan Garuda ke Indonesia. “Proses pemulangan akan dibiayai Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Ini rahmat yang tak terhingga,” ujar Iskandar.
Dikatakan Iskandar, kerja keras Kemlu melalui KBRI New Delhi sangat berarti terhadap proses advokasi para nelayan Aceh yang ditahan di luar negeri selama ini. Sebab, kata Iskandar, diplomasi tersebut adalah hubungan G to G. “Kita berkirim surat dan update via telepon agar proses ini terkawal dengan baik, serta bisa memberikan informasi akurat kepada keluarga mereka,” ujar Iskandar Al-Farlaky
Sebelumnya, sekitar 51 nelayan Aceh yang ditahan di Thailand juga bakal segera bebas. Mereka mendapat pengampunan dari Raja Thailand, Raja Rama X. “Dua kabar baik ini adalah doa rakyat Aceh. Semoga semua berjalan lancar dan para nelayan ini bisa bersua kembali dengan keluarga masing-masing,” kata Al-Farlaky. []










