Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

HMI Kritik Dinas LH Lhokseumawe, Sejumlah Proyek Diminta Dipertimbangkan

Admin1 by Admin1
03/09/2021
in Lintas Timur
0

Lhokseumawe – Himpunan mahasiswa Islam cabang Lhokseumawe-Aceh Utara menyoroti  sejumlah paket pengadaan pada dinas lingkungan hidup pemerintah kota Lhokseumawe, selasa (31/08/2021).

Menurut HMI, pengadaan yang ada di dinas LHK Lhokseumawe tidak mengarah pada pembangunan lingkungan dan penataan kota, seperti salah satunya pengadaan tong sampah plastik fiber  3 In 1 yang menelan biaya Rp.99.750.000 dari APBD Lhokseumawe T.A 2021 dengan metode pengadaan langsung itu dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan lingkungan masyarakat kota Lhokseumawe.

“Tong sampah 3 In 1 yang menelan biaya puluhan juta ini seharusnya tidak menjadi prioritas dinas lingkungan hidup, karena kota Lhokseumawe kami anggap masih membutuhkan tempat pembuangan sampah (TPS)secara permanen, ketimbang ini,”kata Arwan Syahputra, Wasekum PTKP HMI cabang Lhokseumawe-Aceh Utara, (31/08).

Menurut Arwan, pengadaan yang dilaksanakan mulai dari Februari hingga Desember 2021 ini tidak terlalu krusial, menimbang bahwa tong sampah tersebut bisa rusak, dan bersifat pemborosan anggaran kota, setelah dicek dari sirup LKPP kota Lhokseumawe, sebanyak 37 paket dinas LHK terlalu menguntungkan Internal kedinasan dan dianggap tidak mengarah pada kebutuhan dan semangat lingkungan hidup kota Lhokseumawe.

“Ada 37 paket pengadaan di dinas lingkungan hidup T.A 2021, dan kami lihat malah banyak bersifat internal kedinasan saja, contoh seperti pengadaan wallpaper kantor menelan biaya Rp.99.897.600, belum lagi pengadaan aplikasi pengelolaan sampah sebesar Rp.148.875.000,” jelasnya.

Arwan menyebut, jika pengadaan aplikasi pengelolaan sampah, tapi jika dicek dilapangan kenapa masih ada sampah yang tidak dikelola dengan baik.

Menurutnya lagi, Alokasi pengadaan di Dinas LHK Lhokseumawe ini diminta untuk dijabarkan, ditengah pandemi tentu keadaan lingkungan memang harus menjadi prioritas Pemda.

“Dan bila tidak penting, seperti pengadaan tong sampah 3 in satu, wallpaper kedinasan, maka kami minta dibatalkan,” imbuhnya

Arwan yang juga mahasiswa hukum Unimal itu kembali menerangkan, bagaimana sampah bisa dikelola dengan baik, jika tempat pembuangan sampah (TPS) saja kita masih kekurangan.

Hal ini dibuktikannya, dibeberapa kecamatan masih ada pembuangan sampah secara liar, dan ini menurutnya tak bisa masyarakat disalahkan sepihak, karena pemerintah tidak menyediakan tempat pembuangannya.

“Jadi dengan ini kami merasa kepala dinas lingkungan hidup kota Lhokseumawe lari dari semangat lingkungan, dan efektivitas serta efisiensi anggaran ditubuh dinas LHK ini patut kita pertanyakan,” sambung Arwan

Ia juga menambahkan, beberapa prinsip pengelolaan lingkungan hidup tidak diterapkan oleh dinas lingkungan kota Lhokseumawe.

Hendaknya kata Arwan, dinas LHK kota Lhokseumawe merujuk pada pemanfaatan, penataan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pemulihan, dan pengembangan lingkungan hidup dalam menentukan pengadaan kegiatan.

“Dinas lingkungan hidup kota Lhokseumawe jangan pingsan melihat beberapa kebutuhan masyarakat tentang lingkungan sehat dan bermanfaat,” ujarnya

Selanjutnya ia mendesak dinas lingkungan hidup kota Lhokseumawe untuk menjabarkan urgensi 37 pengadaan yang menelan biaya tak sedikit itu ditengah pengelolaan lingkungan dan penataan kota masih jauh dari harapan.

Bahkan Ia memperingati dinas lingkungan, agar tidak memainkan ego tanpa menyerap aspirasi dan masukan publik.

“Kita ingatkan kepala dinas lingkungan serta jajaran nya agar tidak main main soal pengadaan, karena tiap pembangunan harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat kota Lhokseumawe,” kata Arwan Syahputra.[ ]

Previous Post

Lima dari 14 Senior Pelaku Pemukulan Junior Dikeluarkan dari SMA Unggul Pijay

Next Post

Perseteruan DPRA dan Pemerintah Aceh Dinilai Hanya Sandiwara

Next Post

Perseteruan DPRA dan Pemerintah Aceh Dinilai Hanya Sandiwara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

International Office UIN Ar-Raniry Gelar Webinar Karier Internasional “The Aussie Hustle”

International Office UIN Ar-Raniry Gelar Webinar Karier Internasional “The Aussie Hustle”

14/06/2026
Cabdisdik Aceh Timur Sukses Gelar O2SN, SMAN Unggul Raih Juara Umum

Cabdisdik Aceh Timur Sukses Gelar O2SN, SMAN Unggul Raih Juara Umum

14/06/2026
Pesisir Pantai Lambadeuk Ditanami 200 Batang Mangrove

Pesisir Pantai Lambadeuk Ditanami 200 Batang Mangrove

14/06/2026
Kapal Mati di Tengah Laut, 26 Penumpang Dievakuasi ke Pulau Panggang

Kapal Mati di Tengah Laut, 26 Penumpang Dievakuasi ke Pulau Panggang

14/06/2026
Isi Draf Kesepakatan Damai AS-Iran

Isi Draf Kesepakatan Damai AS-Iran

14/06/2026

Terpopuler

Sambut HUT ke-19 Pidie Jaya, Pemkab Luncurkan Twibbon Resmi untuk Masyarakat

Sambut HUT ke-19 Pidie Jaya, Pemkab Luncurkan Twibbon Resmi untuk Masyarakat

12/06/2026

HMI Kritik Dinas LH Lhokseumawe, Sejumlah Proyek Diminta Dipertimbangkan

Di Balik WTP, BPK Bongkar Dana BOSP Rp312 Juta Bermasalah di Pidie Jaya

Ohku, Wabup Pidie Jaya Absen di Paripurna HUT ke-19, Ada Apa Dibalik Ketidakhadirannya?

Polhukab IPELMASRA Tolak Tambang Beutong Ateuh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com