BIREUEN – Untuk kesekian kalinya, Founder Yayasan Permata Aceh Mulia (YPAM) Sigli Pidie, Bunda Hetti kembali menyambangi Dayah Rauhul Mudi Al Aziziyah Jeunieb. Kunjungan kali ini adalah memberikan bimbingan ketrampilan mengajar bagi dewan guru di dayah ini. Program ini bertujuan agar dewan guru dapat lebih memahami potensi santri dan dapat memberikan pengajaran yang tepat.
Kunjungan yang dilakukan pada Sabtu 16 Okt 2021 adalah kunjungan yang ketiga kali. Pertama dan kedua kemarin melakukan konseling anak untuk Santri – santri yang mengalami kendala psikologis.
Untuk diketahui, dayah Abiya Jeunieb ini banyak menampung anak yatim piatu, anak terlantar, anak fakir miskin dan juga anak mualaf.

Dalam rombongan tampak hadir Ketua DPRK Pidie Mahfuddin Ismail pembina YPAM yang juga suami dari bunda Hetti, Team YPAM dan juga Founder Yulie Charity Aceh, salah satu LSM yang konsen membantu anak yatim di Aceh.
“Program sosial dan pengabdian YPAM ini kami lakukan secara kontinu, direncanakan memang setiap pekan, tapi waktunya bisa tentative tergantung waktunya kami, kebetulan juga punya banyak program sosial lainnya, semisal kemarin membantu melakukan konseling trauma terhadap anak yang pelecehan sexual di kecamatan Batee pidie,” kata Bunda Hetti Zuliani, M.Pd, CHt, CI, Founder YPAM Sigli – Pidie.
Kunjungan ke dayah Abiya dilakukan secara bertahap dan kontinu berdasarkan kebutuhan dari dewan guru dan santri santri yang perlu pertolongan Psikologis.
“Kami berharap kegiatan kami ini dapat meringankan dan membantu persoalan yang terjadi di masyarakat kita, terutama yang mengalami kendala – kendala Psikologis,” ujar Hetti lagi.











