Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Keajaiban Dibalik Musibah Tsunami Aceh 15 Tahun Lalu

Admin1 by Admin1
28/12/2019
in Nanggroe
0
Dalam Pelukan Tsunami (Selesai)

Ilustrasi tsunami Aceh. Foto dream.co.id

Penang – Tsunami, yang dipicu oleh gempa bumi bawah laut bermagnitudo 9,3 di lepas pantai barat Sumatra di Indonesia pada 26 Desember 2004, menewaskan lebih dari 200.000 korban di Indonesia, Malaysia, Thailand, India, Maladewa, dan Sri Lanka.

Kejadian tsunami itu tentunya akan terus teringat dan membekas dalam kehidupan dari para korban. Salah satunya bagi pengusaha asal Penang, A Suppiah. Ia akan selalu mengingat tragedi tsunami 2004 lalu yang merenggut nyawa ribuan orang di Asia Tenggara.

Dilansir dari CNA, Jumat (27/12/2019), Suppiah (70), hampir kehilangan putrinya S Thulaasi, yang baru berusia 22 hari saat tsunami tersebut. Gelombang besar yang menghantam Pantai Miami di Batu Ferringhi, Penang pada 2004 juga mengenai ruko milik Suppiah.

Selain ruko, gelombang besar juga menghantam kasur tempat sang bayi tidur. Gelombang tsunami itu membawa Thulaasi ke arah laut. Untungnya, gelombang kedua membawa balik kasur beserta bayi itu kembali ke pinggir pantai.

Mengingat kejadian itu, Suppiah mengatakan dia tidak pernah bisa melupakan kelangsungan hidup putrinya yang ajaib.

Suppiah mengatakan, “Dalam sekejap, situasinya menjadi kacau, orang-orang berteriak dan menjerit.” Sebelumnya, datang orang asing mendekati Suppiah dan bertanya tentang dua garis putih atau gelembung yang dilihatnya mendekati pantai.

Tak lama kemudian, permukaan laut naik dan semua orang berlari ke sana-kemari. Suppiah mengatakan bahwa dia juga berlari, untuk menyelamatkan putrinya yang berusia 12 tahun dan Thulaasi, tetapi tidak dapat mencapai mereka tepat waktu.

Suppiah terbawa oleh arus dan berhasil berpegangan pada sebuah tiang. Sementara itu, istrinya dan Thulaasi berada di sebuah ruangan di toko ketika tsunami melanda.

“Setelah itu, saya pergi mencari bayi saya, tetapi gagal menemukannya sampai seorang pria Indonesia datang menghampiri dan memberi tahu bahwa bayiku ditemukan aman di atas kasur,” katanya.

Awalnya Suppiah sempat marah karena kehilangan barang-barangnya saat tsunami. Namun, amarahnya berubah menjadi penyesalan setelah membaca berita mengenai tingkat kerusakan dan angka korban jiwa di surat kabar, mengingat seluruh keluarganya dalam kondisi aman.

“Normal bagi kita untuk merasa marah pada awalnya, terutama ketika saya melihat toko, seluruhnya hancur. Tetapi setelah membaca tentang tsunami di Sri Lanka, Aceh, Thailand, yang menewaskan begitu banyak orang… Keluarga saya dan saya selamat dari kejadian itu. Itu membuat saya merasa bersyukur dan mendesak saya untuk mencari pengampunan dari Tuhan,” tambah Suppiah.

Setelah kejadian itu, Suppiah mengatakan bahwa dia akan selalu mengadakan doa khusus pada tanggal 26 Desember untuk mengungkapkan rasa syukurnya. Thulaasi juga mengatakan dirinya bersyukur bahwa Tuhan menyelamatkannya dari tragedi itu.

Di Malaysia, daerah Penang terkena dampak kerusakan terbesar, dengan angka kematian 52 dari 68 kematian.

Sumber: liputan6.com

Tags: 15 tahun tsunami acehtsunami aceh
Previous Post

Sepuluh Produk Teknologi yang Mati di Tahun 2019

Next Post

Nova Puji Konsistensi Politik PKS di Aceh

Next Post
Nova Puji Konsistensi Politik PKS di Aceh

Nova Puji Konsistensi Politik PKS di Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Koplo Comunity Gelar Working Abroad Series: Mengupas Jalan Menuju Karier Global dari MIT hingga Amazon

Koplo Comunity Gelar Working Abroad Series: Mengupas Jalan Menuju Karier Global dari MIT hingga Amazon

20/06/2026
Menko PMK Minta Percepatan Implementasi Rehab Rekon Pascabencana di Aceh

Menko PMK Minta Percepatan Implementasi Rehab Rekon Pascabencana di Aceh

20/06/2026
Pemkab Aceh Besar Siapkan Enam Usulan WBTb untuk Penetapan 2027

Pemkab Aceh Besar Siapkan Enam Usulan WBTb untuk Penetapan 2027

20/06/2026
NasDem Siap Kawal Keberlanjutan Otsus Aceh Melalui UUPA

NasDem Siap Kawal Keberlanjutan Otsus Aceh Melalui UUPA

20/06/2026
Drama Penalti di Tengah Hujan, Satreskrim Polres Pidie Rebut Gelar Juara Trofeo PM ke-80

Drama Penalti di Tengah Hujan, Satreskrim Polres Pidie Rebut Gelar Juara Trofeo PM ke-80

20/06/2026

Terpopuler

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

19/06/2026

Penuhi Undangan Kemendagri, Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA

Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

Haji Kamaruddin Terpilih sebagai Ketua Komite Percepatan Pemekaran Provinsi ABAS

ASDP Prioritaskan Pemulihan Korban dan Evaluasi Menyeluruh Pasca Insiden KMP Aceh Hebat 2

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com