BANDA ACEH – Mahasiswa progam studi S1 ilmu perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Ar-Raniry (UINAR) kembali mengunjungi pustaka Rumah Baca Aneuk Nanggroe (RUMAN) Aceh di Gampong Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh.
Setelah sebelumnya 28 mahasiswa yang melakukan observasi mini pada 22 Oktober lalu. Kali ini sebanyak 40 mahasiswa berkunjung dalam dua gelombang pada Rabu dan Kamis 30-31 Oktober 2019.
Mereka diterima langsung oleh Pembina TBM RUMAN Aceh, Ahmad Arif, yang didampingi Ketua TBM RUMAN Aceh, Fadillah Islami Chaniago beserta 2 orang relawan lainnya, Sabdi dan Rizki.
Para mahasiswa itu berkunjung dalam rangka mengobservasi koleksi berseri (bacaan serial) pustaka RUMAN Aceh sebagai bagian dari tugas mata kuliah “Pengembangan Koleksi” yang diasuh oleh Cut Putroe Yuliana, M.IP.
“Adik-adik mahasiswa kami arahkan untuk mencari tahu jenis bacaan serial seperti jurnal atau majalah dan proses penyeleksian bacaan yang disumbangkan oleh berbagai pihak kepada RUMAN Aceh. Langsung diterima begitu saja, atau ada proses penyeleksian lagi,” ujar Cut.
Ke 40 mahasiswa tersebut, ujar Cut mengimbuhkan, dibagi menjadi dua kelompok. Setiap kelompok akan membuat reportase perihal koleksi bacaa serial tersebut dan cara pengelolannya untuk kemudian mereka presentasikan.
Pembina TBM RUMAN Aceh, Ahmad Arif mengutarakan bahwa ini merupakan kunjungan kedua para civitas akademika UINAR secara formal dalam sebulan terakhir.
“Kita jelaskan kepada adik-adik mahasiswa bahwa setiap bacaan yang disumbangkan akan diseleksi terlebih dahulu. Bila tidak sesuai dengan kearifan lokal Aceh, bacaan itu tidak kita hadirkan kepada khalayak ramai,” kata Arif.
Pustaka RUMAN Aceh, ujar Arif menambahkan, berawal dari koleksi pribadinya berupa dua ribu buku dan seribu majalah serta jurnal yang dikoleksi sejak masih menjadi santri tahun 1993 hingga kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta periode tahun 2000-2004.
“Kini, koleksi RUMAN Aceh sudah mencapai dua puluh ribu dengan dua kategori besar, bacaan anak dan bacaan umum. Hampir 90 persen koleksi tersebut merupakan sumbangan dari berbagai lapisan masyarakat di dalam dan luar Aceh. Alhamdulillah,” ujar Arif tersenyum.
Sebagai informasi, pada 25 Oktober lalu, RUMAN Aceh menerima sumbangan 4 kardus dan 1 tas berisi bacaan dari keluarga tokoh Aceh, Ramli Gani. Setelah diseleksi, terpilih 394 bacaan yang sebagian besarnya merupakan buku lawas, bahkan langka. []








