Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Akademisi: Rakyat Banyak yang Deuk Troe, Pejabat Aceh Justru Berfoya-foya

Admin1 by Admin1
05/05/2020
in Nanggroe
0
Akademisi Abulyatama Dukung Daerah Pinggiran Bergabung ke Banda Aceh

BANDA ACEH – Wabah penyakit menular dan mematikan corona virus disease 2019 (Covid-19) yang melanda dunia, termasuk Aceh, telah menyebabkan banyak orang kehilangan pekerjaan dan jatuh miskin alias deuk troe (kekurangan makanan).

“Seharusnya Pemerintah Daerah Aceh hadir dalam menyelesaikan masalah pengangguran dan kemiskinan akibat corona. Ini malah terbalik Pejabat Pemda Aceh terkesan berfoya-foya di tengah bencana corona, seperti membeli laptop dengan spesifikasi main game kelas tinggi dan pengadaan mobil dinas baru untuk para pejabat daerah. Malu kita, tim TAPA tampak tidak berpihak rakyat yang sedang kesusahan,” kata Usman Lamreung, dosen Universitas Abulyatama Aceh Besar, kepada media, Senin 4 April 2020.

Usman menyebutkan, kebijakan Plt Gubernur dan Sekda Aceh melakukan refocusing anggaran yang ada di beberapa dinas terkait berimbas pada program wirausaha pemula dan bidang pendidikan dayah.

“Misalnya pembatalan pemberian alat produksi untuk 240 wirausaha pemula di Aceh tahun 2020 merupakan preseden buruk pola kebijakan pembangunan. Sektor ini seharusnya digenjot untuk tumbuh di tengah covid-19. Ini justru dibunuh seketika dengan alasan refocusing anggaran. Padahal kegiatan itu sangat berguna dalam kondisi wabah ini, membantu usaha masyarakat,” katanya.

Selanjutnya kebijakan Plt Gubernur melakukan refocusing anggaran Dinas Dayah Tahun Anggaran 2020 sebesar 205 milyar untuk keperluan penanganan Covid-19 di Aceh. Tentu pemangkasan anggaran ini menuai  protes keras dari masyarakat Aceh. Pemerintah Aceh harus meninjau kembali Refocusing anggaran tersebut. Harus ada keterbukaan dan transparasi Pemerintah Aceh dalam pengeseran anggaran atau pengurangan anggaran pemerintah pusat akibat dialihkan penanganan covid-19 pemerintah pusat.

“Kemudian menjadi pertanyaan besar bagaimana dengan anggaran pengadaan mobil dinas, apakah pemerintah Aceh mengalihkan anggaran tersebut untuk penanganan cavid-19, karena kami melihat dari anggaran pengadaan mobil dinas cukup besar mencapai Rp 133 miliyar, apakah dana sebesar ini tetap digunakan sebagai untuk membeli mobil dinas?,” gugat Usman yang mantan pekerja BRR Aceh – Nias ini.

Ditambahkan, angggaran Rp 133 miliar itu dibelanjakan untuk membeli mobil dinas yang menurut hemat kami terlalu serakah untuk kesenangan pejabat di tengah derita rakyat. Bagusnya anggaran tersebut digeser untuk penanganan Covid-19, bukan mengambil dana dayah dan dana bantuan wirausaha pemula yang sangat bermafaat bagi masyarakat dalam kondisi seperti ini.

Usman mendesak pihak kejaksaan atau KPK RI untuk menghentikan tontonan foya-foya pejabat Aceh yang sudah keterlaluan.

“KPK datanglah ke Aceh. Hentikan kepongahan para pejabat Aceh yang sudah keterlaluan. Hanya padamu KPK kami gantungkan harapan,” kata tokoh Aceh Besar ini.

Tags: acehusman lamreung
Previous Post

Lewati Jalan berlumpur, Al-Farlaky Antar Kursi Roda Untuk Nek Aisyah

Next Post

Pemerintah Aceh Diminta Alihkan Anggaran Mobil Dinas untuk Penanganan Covid-19

Next Post
Bakbudik, Rp100 Miliar di APBA 2019 Khusus untuk Pengadaan Mobil

Pemerintah Aceh Diminta Alihkan Anggaran Mobil Dinas untuk Penanganan Covid-19

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry Yudisium 72 Sarjana, 45 Lulus Cum Laude

Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry Yudisium 72 Sarjana, 45 Lulus Cum Laude

16/09/2026
STAIN Meulaboh Gelar Seminar Internasional Islam di Asia Tenggara

STAIN Meulaboh Gelar Seminar Internasional Islam di Asia Tenggara

16/09/2026
IMAS Sorot Aktivitas Tambang Tanpa Izin di Manggamat Aceh Selatan

IMAS Sorot Aktivitas Tambang Tanpa Izin di Manggamat Aceh Selatan

16/09/2026
Lima Komoditas Ini Berpotensi Picu Inflasi di Aceh

Lima Komoditas Ini Berpotensi Picu Inflasi di Aceh

16/09/2026
Krak, 8.074 Hektare Sawah di Aceh Timur Dipulihkan

Krak, 8.074 Hektare Sawah di Aceh Timur Dipulihkan

16/09/2026

Terpopuler

ASN, Non ASN, dan Honorer yang Belum Aktifkan IKD Segera Registrasi dan Aktivasi

ASN, Non ASN, dan Honorer yang Belum Aktifkan IKD Segera Registrasi dan Aktivasi

15/09/2026

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2027, Berikut Daftarnya

Akademisi: Rakyat Banyak yang Deuk Troe, Pejabat Aceh Justru Berfoya-foya

Dua Murid MIN 50 Bireuen Raih Juara OMI Tingkat Kabupaten

Puluhan Pemuda Pidie Jaya Digembleng Jadi Kader Penggerak, Targetkan Calon Pemimpin Masa Depan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com