BANDA ACEH – Koordinator Poros Pemuda Penjaga Aceh ( P3A), Suryadi Djamil, memberi apresiasi yang mendalam atas pengabdian polisi dalam melaksanakan tugasnya selama ini.
“Yang dilakukan petugas kepolisian hingga hilang selama empat hari di hutan lindung gunung Tangse, Pidie tersebut merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap keselamatan rakyat Aceh,” ujar Suryadi.
Suryadi menjelaskan, kegiatan ilegal loging merupakan kejahatan luar biasa yang dapat merusak alam, dan membahayakan nyawa rakyat. Karena itu, ia mengapresiasi kepolisian yang terus melakukan upaya pencegahan, dan kekompakan luar biasa mencari petugas saat hilang dalam bertugas.
“Kita berharap, Bapak Kapolda Aceh mendata semua personel yang terlibat dalam pencarian, dan memberikan penghargaan kepada mereka. Sehingga, kedepan mereka lebih semangat dalam bertugas menyelamatkan hutan Aceh dari tangan oknum penjahat perambahan hutan,” harap Suryadi.
Suryadi juga mengungkapkan, kehadiran sosok Irjen Pol Wahyu Widada sebagai Kapolda Aceh yang baru, membawa aura positif dan semangat baru kepada jajarannya di seluruh Aceh, untuk melakukan berbagai upaya penegakan hukum.
“Kita berharap, kedepan aparat penegak hukum dari jajaran Polda Aceh lebih semangat memberantas tindakan perambahan hutan di seluruh Aceh. Dengan begitu, kedepan tidak ada lagi banjir bandang yang mengancam keselamatan rakyat Aceh,” ujarnya.
Suryadi juga meminta kepada kepolisian untuk menghukum para pelaku dengan hukuman yang berat dan denda yang besar, supaya kedepan ada efek jera dan menjadi warning (peringatan) kepada yang lain.
“Saya optimis, jajaran kepolisian pasti terus memburu para pelaku. Dengan demikian, nanti tidak ada lagi perambahan hutan secara ilegal di Aceh, dan membawa keselamatan bagi rakyat Aceh,” kata Suradi Djamil.









