MEUREUDU – Aliansi Pemuda Aceh (APA) menilai Pemkab Pidie Jaya tidak Serius mengatasi kemiskinan di 222 gampong yang tersebar di delapan kecamatan. Ini karena faktanya Pemkab melalui APBK-nya dinilai bertubi-tubi membantu instansi vertikal yang mamang bukan tugas wajibnya
Hal tersebut dikatakan oleh koordinator APA Pidie Jaya Ariza melalui rilisnya kepada Atjehwatch.com 23 Februari 2022
Ariza menyebutkan Pembelian atau pengadaan Mobil terhadap dua lembaga vertikal terkesan mubazir karena ada hal lain dan tanggung jawab Pemkab yang harus dituntaskan seperti kemiskinan dan jerih Teungku Imum serta jerih perangkat desa yang menunggak di tahun lalu malah di APBK-P 2022 nanti baru dituntaskan
“Kita sebagai generasi muda menyanyangkan sikap Pemerintah daerah Pidie Jaya yang terkesan tidak memihak kepada rakyatnya, ini sungguh miris sekarang ini masyarakat miskin di Pidie Jaya menurut yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2020, sebanyak 30 ribu lebih Penduduk Pidie Jaya hidup di bawah garis kemiskinan yang tersebar di delapan kecamatan di kabupaten yang memiliki luas hanya 952,11 kilometer persegi dengan total jumlah penduduk 145.584 jiwa,” ujar Ariza.
“Harusnya Pemerintah Daerah memfokuskan atau melakukan terobosan-terobosan untuk mengatasi kemiskinan dengan anggaran 1,3 M dari pengadaan mobil tersebut harusnya sudah berapa rumah layak huni bisa dibangun untuk masyarakat miskin di Pidie Jaya yang kita cintai ini,” kata Ariza koordinator APA Pidie Jaya.[ ]








