SIGLI – Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) sukses gelar silaturahmi dan diskusi pendidikan menyerap aspirasi guru di Kabupaten Pidie, dan akan membuka posko pengaduan khusus untuk guru honorer dan guru kontrak.
Hal itu dikatakan oleh Ketua Pergunu Pidie, Syarifuddin M.Ag kepada Atjehwatch.com, Minggu, 21 Januari 2024.
Ketua Pergunu Pidie Syarifuddin menjelaskan acara silaturahmi dan diskusi itu dilakukan bertujuan untuk menyerap aspirasi dan mendengar keresahan para guru yang ada di kabupaten Pidie saat ini.
Dalam silaturahmi dan diskusi tersebut melahirkan beberapa poin diantaranya, pemerintah harus memperioritaskan yang sudah lama mengabdi menjadi guru tapi tidak lulus P3K.
“Banyak persoalan yang kami dengar dari guru-guru senior dalam acara diskusi dan semoga yang sudah lama mengabdi bisa masuk P3K tanpa syarat mengingat faktor umur yang rata-rata mau pensiun guru saat ini,” katanya.
“Jam mengajar harus ditambahkan pelajaran agama seperti, fiqih, SKI, Qur’an/Hadits akhidak akhlak, dan bahasa arab, dengan mata pelajaran agam, demi peningkatan moral anak didik, seperti buliying anak-anak di sekolah harus teratasi dengan banyaknya pelajaran agama seperti tersebut dalam Qanun Aceh nomor 11 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Aceh yang sedang di rivisi oleh DPR Aceh saat ini,” ujar Syarifuddin.
“Mengingat Daerah kusus syariat Islam, Aceh ini, dan demi generasi kedepannya lebih baik dan menjadi generasi Qurani dengan akhlaqurqarimah, dan demi berkehidupan sosial masyarakat lebih terarah di bumi Aceh khususnya Pidie, maka hal pertama yang harus dilakukan peningkatan mutu didik dan penambahan jam Agama, itu yang harus dilakukan Pemerintah,” kata Syarifuddin.[Mul]











