BLANGPIDIE – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Aceh Barat Daya, mengapresiasi Pemerintah kabupaten setempat yang telah mengsukseskan pemusatan penjualan danging Meungang menyambut bulan suci Ramadhan.
Hal tersebut disampaikan Ketua KADIN Abdya, H. Asrul Hasan melalui corong media ini, Senin (03/03/2025) di Blangpidie.
Menurut Ketua KADIN Abdya itu, tradisi Meugang yang merupakan Budaya Tak Benda tersebut harus terus dijaga dan dilestarikan, karena disitu bukan hanya bernilai ekonomis namun juga bernilai human sosyty berhubungan aktif satu sama lainnya.
“Tradisi Meugang di Aceh juga Abdya khususnya memiliki sisi lain, yaitu dampak ekonomi dan sosial.
Dampak ekonomi, yakni membantu meningkatkan pendapatan peternak hewan, meningkatkan pendapatan pedagang daging, meningkatkan pendapatan pedagang bahan masakan dan lain sebagainya,” ungkap Hasrul.
Lanjutnya. Dampak sosialnya ialah, mempererat ikatan kekeluargaan, momen berbagi dengan sesama, terutama yang kurang beruntung. Menciptakan dilema budaya dan ekonomi, yaitu antara keinginan untuk merayakan Meugang dengan keterbatasan ekonomi.
“Kami mendukung penuh kebijakan pemerintah ini. Kedapan, baik Meugang Idil Fitri maupun Idil Adha, Pemkab Abdya hendaknya juga dapat menfasilitasi kegiatan Meugang lebih baik lagi,” imbuhnya.
Tak hanya itu, KADIN Abdya juga mendorong pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya untuk dapat mengelola beberapa sarana dan prasarana pasar di beberapa tempat dalam wilayah kabupaten yang berjulukan Bumoe Breuh Sigupai itu, yang saat ini bangunannya terbengakali.
“Kita juga berharap kepada Bupati Abdya, Dr. Safaruddin agar dapat mengaktifkan kembali pasar-pasar yang telah mati. Biak itu pasar ikan di Lembah Sabil, Manggeng, Tangan-tangan Susoh hingga ujung Babahrot. Kami atas nama KADIN Abdya akan membantu dan juga bisa memberikan gagasan jika diperlukan,” pungkas Ketua KADIN Abdya, Hasrul Hasan.











