BANDA ACEH – Sejumlah pemimpin dan politisi asal Aceh yang menjabat sebagai anggota DPR dan DPD RI dilaporkan ‘menghilang’ di Aceh selama bencana banjir dan longsor melanda daerah itu.
Hampir 11 hari sejak bencana melanda provinsi paling ujung pulau Sumatera ini, sepak terjang gubernur dan wakil gubernur mendapat apresiasi dari warga di dunia maya. Demikian juga dengan aksi sigap Sekda Aceh, Kapolda dan Pangdam Iskandar Muda, dalam penanganan bencana, patut diapresiasi.
Gerak para bupati dalam penanganan pasca bencana juga menuai apresiasi. Dua di antaranya seperti Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky dan Bupati Bireuen Mukhlis Takabeya.
Warga Aceh juga menyorot aksi sejumlah anggota DPR RI asal Aceh seperti Nasir Djamil, TA Khalid serta Jamaluddin Idham yang turun ke lokasi bencana untuk membantu warga.
Sedangkan untuk DPD RI asal Aceh, ada Azhari Cage yang membawa sembako melalui laut serta mendarat di Pelabuhan Krueng Geukuh beberapa hari yang lalu.
Sebaliknya, para netizen juga menyebutkan tiga nama yang dilaporkan adem ayem serta ‘menghilang’ selama bencana Aceh. Keberadaan sejumlah sosok ini turut dipertanyakan oleh para netizen di Aceh dijejaring social media. Baik di TikTok, Instagram maupun Facebook.
Mereka yang paling banyak disorot dan sangat dinantikan aksinya membantu korban bencana di Aceh adalah sosok Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-Haytar, anggota DPD RI Ahmada serta Bupati Aceh Selatan Mirwan.
Wali Nanggroe
Sosok Wali Nanggroe paling banyak dicari oleh para pengguna social media di Aceh selama bencana melanda Aceh. Namun hingga sepekan lebih bencana melanda Aceh, belum ada aktivitas sesuai harapan para netizen di Aceh.
Para netizen atau pengguna social media, seperti Tiktoker, Instagram dan Facebook paling banyak menyorot sosok tersebut dan berharap dapat melihat sosok ini turun ke lokasi bencana untuk melihat langsung kondisi warga Aceh yang tertimpa musibah.
DPD RI Teungku Ahmada
Sosok Teungku Ahmada juga merupakan nama yang paling banyak disorot oleh para netizen Aceh, terutama kalangan teungku dayah dan santri, selama musibah bencana di Aceh.
Pasalnya, sosok ini merupakan peraih suara terbanyak kedua pada Pileg 2024 lalu. Teungku Ahmada mendapat dukungan besar dari para ulama dayah di Aceh pada Pileg 2024 lalu.
Sedangkan dalam bencana Aceh saat ini, banyak dayah dan pesantren hancur lebur. Ada juga sejumlah santri yang meninggal dalam bencana.
Para netizen, terutama Teungku-Teungku Dayah dan santri di social media, sangat mengharapkan sosok ini turut ke dayah-dayah untuk membantu melewati bencana bersama.
Bupati Aceh Selatan
Keberadaan bupati Aceh Selatan turut diperdebatkan oleh para netizen Aceh. Ini karena Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menyatakan tidak sanggup menangani bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut. Pernyataan itu ditegaskan langsung oleh Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, melalui surat resmi berkop Garuda yang menyatakan ketidaksanggupan pemerintah daerah dalam menangani kondisi darurat secara mandiri.
Yang diperdebatkan, meski ada beberapa Pemkab dan Pemko di Aceh yang juga menyatakan ketidaksanggupan menangani bencana, tetapi para bupati dan walikota tetap bersama masyarakat untuk melakukan penanggulangan dampak bencana.
Sedangkan para netizen justru mempersoalkan sosok Bupati Mirwan yang pergi umrah ke tanah suci, per 4 Desember 2025. Padahal persoalan bencana belum selesai ditangani.
“Semestinya, tak apa apa tak sanggup menanggani bencana, tapi minimal tetap bersama masyarakat melewati bencana,” sebut pengguna akun Tiktoker Raidin.








