BLANGPIDIE – Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Aceh Barat Daya, melaksanakan kegiatan Manasik Haji untuk para Calon Jama’ah Haji (Calhaj).
Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Pancasila Gampong Padang Baru Kecamatan Susoh, dibuka langsung oleh Wakil Bupati Abdya Zaman Aklis, S. Sos MSP dan diikuti oleh 93 orang Calhaj, Senin (09/02/2026).
Pada acara pembukaan Pelatihan Manasik Haji itu ikut dihadiri oleh Kadis DSI Abdya Bustari, Kadinkes Abdya Ns. Rinaldi. R, IPHI, BM BSI Blangpidie Zaki Fuadi, Pimpinan Bank Aceh Abdya Riko. S, Ketua APRI dan IPARI serta Kepala KUA se-Abdya.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kakanmenhaj) Abdya, M. Yatim, MA dalam sambutannya menyampaikan, dari 93 Jama’ah Calon Haji (JCH) Abdya itu terdiri dari Laki-laki sebanyak 29 orang dan perempuan 65 orang.
“JCH termuda ada satu orang yang berumur 17 tahun dan yang tertua berusia 88 tahun,” kata Kakanmenhaj, M. Yatim.
Dalam kesempatan tersebut ia juga melaporkan bahwa, CJH asal Abdya akan tergabung dalam kloter ke-12, yaitu Banda Aceh, Singkil, Sabulussalam dan Simeulue.
“Kami mengingatkan kepada seluruh JCH Abdya untuk selalu menjaga kesehatan jasmani dan rohani, terutama penyakit hati,” imbuh M. Yatim.
Wakil Bupati Aceh Barat Daya, Zaman Akli, S. Sos MM dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan tersebut menyampaikan, atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya, pihaknya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Aceh Barat Daya atas terselenggaranya kegiatan manasik haji ini.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian yang sangat penting dalam rangka mempersiapkan para jamaah agar mampu melaksanakan ibadah haji dengan baik dan benar. Penyelenggaraan ibadah haji merupakan amanah nasional yang sangat besar, karena tidak hanya menyangkut pelaksanaan rukun Islam kelima, tetapi juga menyangkut martabat, kehormatan serta pelayanan negara kepada warganya.
“Oleh karena itu, penyelenggaraan ibadah haji menuntut kesiapan yang matang, pengelolaan yang profesional, serta sinergi yang kuat antara pemerintah dan seluruh unsur terkait.
Sejalan dengan dinamika kebijakan nasional, penyelenggaraan ibadah haji pada tahun ini memasuki babak baru dengan dibentuk dan beroperasinya Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, yang pada tahun ini untuk pertama kalinya secara resmi mengemban amanah penyelenggaraan ibadah haji,” kata Zaman Akli.
Tentu hal ini, lanjutnya. Menjadi tonggak penting dalam upaya peningkatan kualitas tata kelola, pelayanan, serta perlindungan bagi jamaah haji Indonesia, termasuk jamaah dari Kabupaten Aceh Barat Daya.
Dikatakannya lagi, dalam pelaksanaannya di daerah, pembinaan terhadap para calon jamaah haji dilaksanakan oleh Kantor Kementerian Haji dan Umrah Abdya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku tentang penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
“Tujuan utamanya adalah untuk memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan yang optimal, agar para jamaah dapat menunaikan ibadah haji dengan tertib, aman, dan sesuai dengan tuntunan syariat Islam,” ungkap Zaman Akli.
Disisi lain, kata orang nomor dua di Abdya itu, kegiatan manasik haji ini merupakan bagian yang sangat penting dalam rangkaian persiapan pelaksanaan ibadah haji. Melalui manasik inilah para calon jamaah haji dibekali pemahaman yang utuh mengenai tata cara, rukun, wajib dan sunnah haji, serta berbagai ketentuan teknis lainnya, sehingga pada saat berada di Tanah Suci nanti, para jamaah telah memiliki kesiapan yang memadai dan mampu melaksanakan ibadah secara mandiri, tertib, dan khusyuk.
“Perlu kita pahami bersama bahwa, ibadah haji bukan hanya sekadar perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi merupakan perjalanan ruhani yang sangat agung. Di dalamnya terkandung nilai-nilai keikhlasan, kesabaran, kedisiplinan, persaudaraan serta pengorbanan. Oleh karena itu, pemahaman manasik yang benar menjadi kunci penting, karena kesalahan dalam niat, tata cara, maupun pelaksanaan rukun haji dapat berpengaruh terhadap kesempurnaan ibadah itu sendiri,” terangnya.
Pemerintah Abdya juga berpesan kepada seluruh calon jamaah haji Kabupaten Abdya untuk mengikuti kegiatan manasik itu dengan sungguh-sungguh. Mendengar setiap arahan dan bimbingan dari para pembimbing dan narasumber dengan penuh perhatian. Jangan ragu untuk bertanya apabila ada hal-hal yang belum dipahami. Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin, karena manasik inilah bekal utama sebelum JCH menjadi tamu Allah di Tanah Suci.
“Sekali lagi kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Acehbdya beserta seluruh jajarannya, para pembimbing manasik haji, tenaga kesehatan serta seluruh pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan dan menyukseskan pelaksanaan manasik haji ini. Semoga segala ikhtiar dan pengabdian yang diberikan menjadi amal jariyah dan dicatat sebagai ladang pahala oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,” pinta Zaman Akli.
“Semoga seluruh CJH Abdya senantiasa diberikan kesehatan, kemudahan dan kekuatan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, sejak dari persiapan, pelaksanaan ibadah di Tanah Suci hingga kembali ke tanah air, serta memperoleh predikat haji yang mabrur dan hajjah yang mabrurah,” pungkas Wabup Abdya, Zaman Akli.









