BLANGPIDIE – “Pastikan setiap rupiah anggaran berorientasi pada hasil nyata. Pembangunan infrastruktur harus mampu mempermudah akses petani ke pasar, dan program sektor pertanian serta perikanan harus memberikan nilai tambah melalui penerapan teknologi”.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Aceh Barat, Zaman Akli, S. Sos MM pada saat pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kabupaten yang berlangsung di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Abdya.
Zaman Akli menegaskan bahwa pelaksanaan Musrenbang merupakan forum strategis untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah sebagaimana diamanatkan dalam Qanun Nomor 11 Tahun 2025.
Ia menekankan bahwa forum Musrenbang bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan ruang penting untuk menyatukan harapan masyarakat dengan kemampuan fiskal daerah serta merumuskan langkah strategis pembangunan.
Dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, Zaman Akli meminta seluruh jajaran pemerintah daerah berpegang pada tiga prinsip utama, yakni prioritas, kualitas, dan manfaat.
“Musrenbang hari ini adalah panggung kita untuk memastikan bahwa setiap usulan masyarakat yang terekam dalam Kamus Usulan Aspirasi benar-benar menjadi penggerak utama dalam pencapaian visi pembangunan daerah hingga tahun 2029,” tegasnya.
Adapun tema pembangunan yang diusung dalam RKPD 2027 adalah peningkatan infrastruktur pendukung, pemberdayaan masyarakat, produktivitas sektor unggulan berbasis teknologi, serta pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang berkualitas dan berkeadilan.
Sejalan dengan tema tersebut, Pemkab Abdya menetapkan empat fokus utama pembangunan, yakni peningkatan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, peningkatan produktivitas sektor unggulan berbasis teknologi, serta pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkeadilan.
Zaman Akli juga mengungkapkan bahwa dalam visi dan misi kepala daerah terdapat 51 aksi nyata yang ditargetkan rampung dalam lima tahun masa kepemimpinan. Khusus tahun 2027, pemerintah daerah akan menyelesaikan sejumlah proyek strategis, di antaranya pembangunan pasar modern dan Mall Pelayanan Publik (MPP).
Selain itu, sejumlah program unggulan juga akan terus dilanjutkan, seperti pengembangan kopi, pemberian beasiswa, program Dokter Saweu Gampong, Peukong Agama, pemberdayaan UMKM naik kelas melalui fasilitasi Nomor Induk Berusaha (NIB), bantuan hibah sosial, pengembangan infrastruktur terintegrasi, serta program Sajan bagi petani dan nelayan.
Di sisi lain, Pemkab Abdya juga terus berupaya mengoptimalkan sumber pendanaan dari pemerintah pusat melalui APBN, sebagaimana capaian yang telah diraih pada tahun 2025.
“Tahun 2027 juga menjadi momentum penting karena Abdya dipercaya sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Aceh ke-38. Ini membutuhkan dukungan semua pihak agar kita sukses sebagai penyelenggara maupun dalam meraih prestasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti sejumlah tantangan pembangunan ke depan, seperti penurunan angka stunting, penghapusan kemiskinan ekstrem, serta pengendalian inflasi daerah yang membutuhkan kerja sama lintas sektor.
Zaman Akli juga meminta seluruh kepala perangkat daerah untuk memperkuat sinergi dan memastikan setiap rencana kerja tetap sejalan dengan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Di akhir sambutannya, ia berharap dukungan Pemerintah Aceh, khususnya Bappeda Provinsi, agar berbagai usulan strategis dari Kabupaten Aceh Barat Daya dapat diakomodasi dalam APBA maupun Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun 2027.
“Keberhasilan pembangunan Abdya sangat bergantung pada sinkronisasi program antara pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat,” pungkasnya.











