Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Salaudin: Dukungan Pemerintah Menjadi Kunci Kemajuan Seni Rupa Aceh

Joe Samalanga by Joe Samalanga
02/06/2026
in Nanggroe
0
Salaudin: Dukungan Pemerintah Menjadi Kunci Kemajuan Seni Rupa Aceh

BANDA ACEH – Pelukis Aceh, Salaudin, menilai dukungan pemerintah menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan seni rupa di Aceh. Menurutnya, hingga saat ini para seniman masih menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari minimnya ruang pameran, kurangnya fasilitas berkesenian, hingga belum terbentuknya ekosistem seni yang kuat.

“Seni rupa Aceh masih tertinggal dibandingkan daerah lain, terutama di Pulau Jawa. Salah satu penyebabnya karena dukungan terhadap pengembangan seni rupa belum maksimal,” kata Salaudin dalam wawancara di Banda Aceh, Selasa (2/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa di daerah-daerah yang perkembangan seni rupanya maju, pemerintah hadir melalui penyediaan fasilitas, ruang kreatif, program pembinaan, hingga dukungan promosi. Sementara di Aceh, seniman masih harus berjuang sendiri untuk memperkenalkan dan memasarkan karya mereka.

Menurut Salaudin, pemerintah perlu memiliki pemahaman yang lebih luas tentang pentingnya seni dan kebudayaan sebagai bagian dari pembangunan daerah. Seni, katanya, tidak boleh dipandang hanya sebagai hobi atau kegiatan hiburan semata.

“Seni rupa juga memiliki nilai pendidikan, ekonomi, dan identitas budaya yang perlu mendapat perhatian serius,” ujarnya.

Ia mengusulkan agar pemerintah menyediakan ruang khusus bagi seniman untuk memamerkan dan menjual karya mereka. Salah satu gagasan yang ditawarkannya adalah pembangunan sentra atau kios seni di kawasan strategis yang banyak dikunjungi masyarakat dan wisatawan, seperti Blang Padang maupun kawasan Museum Tsunami Aceh.

Menurutnya, keberadaan ruang semacam itu tidak hanya membantu seniman memasarkan karya, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi dan promosi budaya Aceh kepada pengunjung.

Selain itu, Salaudin juga mendorong adanya program pelatihan, workshop, studi banding, serta pembinaan berkelanjutan bagi seniman muda. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang seni rupa.

Ia menambahkan bahwa Aceh juga membutuhkan kehadiran kurator, galeri, dan kolektor yang dapat memperkuat ekosistem seni. Karena itu, pemerintah diharapkan dapat menjadi penghubung antara seniman dengan berbagai pihak yang berpotensi mendukung perkembangan seni rupa.

“Saya berharap pemerintah mulai memberi perhatian yang lebih nyata kepada para seniman. Jika diberikan ruang dan dukungan yang memadai, saya yakin seni rupa Aceh mampu berkembang dan bersaing dengan daerah lain di Indonesia,” kata Salaudin.[]

Previous Post

Ohku, Sudah Hampir 6 Bulan Warga di Krueng Mane Tak Bisa Tanam Padi

Next Post

10 Santri Al Zahrah Sukses Ikuti Seleksi International Conference Santri Mendunia

Next Post
10 Santri Al Zahrah Sukses Ikuti Seleksi International Conference Santri Mendunia

10 Santri Al Zahrah Sukses Ikuti Seleksi International Conference Santri Mendunia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

08/06/2026
Syeh Do: Rapai Uroh Miliki Harmoni Unik yang Tidak Dimiliki Kesenian Lain

Syeh Do: Rapai Uroh Miliki Harmoni Unik yang Tidak Dimiliki Kesenian Lain

08/06/2026
Dr. Safaruddin Minta Perumdam Tirta Abdya Fokus Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Dr. Safaruddin Minta Perumdam Tirta Abdya Fokus Tingkatkan Kualitas Pelayanan

08/06/2026
IPELMASRA Banda Aceh Pertanyakan Transparansi IUP Baru di Nagan

IPELMASRA Banda Aceh Pertanyakan Transparansi IUP Baru di Nagan

08/06/2026
Seniman Aceh Gandeng Tim LBH Banda Aceh, Bahas Penguatan Dasar Hukum Pemajuan Kebudayaan

Seniman Aceh Gandeng Tim LBH Banda Aceh, Bahas Penguatan Dasar Hukum Pemajuan Kebudayaan

08/06/2026

Terpopuler

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

06/06/2026

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

Nyan, Bupati Pidie Jaya Perintahkan Pendataan Anak Putus Sekolah, Sekolah Rakyat Jadi Instrumen Putus Rantai Kemiskinan

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com