Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Opini

[Opini] Begal Demokrasi di Aceh Utara

redaksi by redaksi
30/11/2024
in Opini
0
[Opini] Begal Demokrasi di Aceh Utara

Ilustrasi

Oleh M. Rahmatillah. Penulis adalah alumni dayah salah satu dayah di Aceh Utara.

Pelaksanaan pilkada Cagub di Aceh Utara tak baik-baik saja. Hanya demi memenangkan salah satu calon gubernur, ada pihak-pihak tertentu yang coba bermain dengan meng-halalkan segala cara. Bahkan ketika harus melawan warga sendiri.

Ada intimidasi dan ketidaknetralan KPPS hingga PPK dengan cara membuat partisipasi pemilih 100 persen. Banyak warga yang tak datang ke TPS karena takut tapi saat mengecek partisipasi pemilih justru partisipasi pemilih 100 persen.

Ada pengeroyokan warga yang tak sepaham dengan mereka. Ada teror ke keluarga yang berbeda pilihan dan media. Namun Polisi tutup mata seolah-olah tak terjadi apa-apa. Semua dianggap wajar dan katanya demi perjuangan Aceh yang tinggal sibak rukok teuk.

Kondisi ini bukan lagi rahasia umum bagi warga di Aceh Utara saat ini. Pilkada seolah menjadi ‘ajang perang’ baru di sini. Mayoritas warga hanya mampu berbisik tapi tak berani bersuara demi selamat dari intimidasi.

Lagi-lagi, konon katanya, cara curang ini untuk ‘menyelamatkan’ pejuangan Aceh. Namun satu pertanyaan penulis, demi perjuangan Aceh yang mana? Merdeka-kah? kekhususan Aceh-kah? Atau menjaga Mualem sebagai marwah perjuangan Aceh? Tapi kenapa harus meneror.

Kalau apa yang dilakukan oleh mereka yang mengaku para pejuang selama ini benar adanya, maka pasti mayoritas masyarakat mendukung setiap proses yang terjadi. Tak perlu teror dan intimidasi.

Tak perlu membenarkan yang salah demi memenangkan kandidat tertentu.

Tulisan ini sebenarnya lahir akibat kerisauan public yang mendalam. Dimana, ada banyak kesesatan berpikir yang terjadi di Aceh Utara saat ini dan diamnya para pihak seolah-olah membenarkan apa yang terjadi.

Kondisi ‘tutup matanya’ para pihak di Aceh terkait kecurangan yang terjadi juga menyimpulkan banyak hal. Salah satunya bahwa banyak para teungku-teungku dan pimpinan dayah di Aceh ternyata tak memiliki iman yang tebal. Mereka hanya mampu berkoar di mimbar dan ruang lingkup dayah.

Mereka diam saat kemungkaran terjadi.

Diamnya para teungku di Aceh Utara terhadap begal demokrasi adalah bentuk lain dari dukungan terhadap kejahatan yang sedang berlangsung. Ini akan menjadi dosa jariyah bersama selama 5 tahun kedepan.

Para teungku dan para pihak yang diam atas begal demokrasi akan bertanggungjawab atas hancurnya Aceh selama 5 tahun kedepan.

Tak perlu pembelaan, kita hanya perlu melihat apa yang akan terjadi 5 tahun kedepan atas keputusan memilih diam hari ini. Silakan simpan tulisan ini dan kemudian lihat Kembali jelang pemilu kedepan. Bahwa diamnya kita, terutama teungku dayah, adalah bagian dari mendukung kehancuran Aceh dan Aceh Utara, khususnya.

Bagi penulis, diamnya para teungku atas kecurangan yang massif di Aceh, sama seperti berwudhu dengan air kencing babi.

 

Previous Post

Gampong Peunyeurat Dideklarasikan sebagai Gampong Sehat

Next Post

Program Pemutihan Bayar PKB 2 Tahun Saja Dibuka Kembali, Ini Penjelasannya

Next Post
Program Pemutihan Bayar PKB 2 Tahun Saja Dibuka Kembali, Ini Penjelasannya

Program Pemutihan Bayar PKB 2 Tahun Saja Dibuka Kembali, Ini Penjelasannya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

10/06/2026
Plt Sekda Lantik 50 Pejabat Fungsional Tenaga Kesehatan dan Guru

Plt Sekda Lantik 50 Pejabat Fungsional Tenaga Kesehatan dan Guru

10/06/2026
Dolar Turun Tipis, BBM Melambung Tinggi: Rakyat Kecil Lagi-Lagi Jadi Korban

Dolar Turun Tipis, BBM Melambung Tinggi: Rakyat Kecil Lagi-Lagi Jadi Korban

10/06/2026
HUT ke-19 Pidie Jaya: Momentum Kebangkitan Ekonomi dan Pengelolaan SDA Berkelanjutan

HUT ke-19 Pidie Jaya: Momentum Kebangkitan Ekonomi dan Pengelolaan SDA Berkelanjutan

10/06/2026
208 Peserta Meriahkan Perayaan MTQ Tingkat Tangan-Tangan

208 Peserta Meriahkan Perayaan MTQ Tingkat Tangan-Tangan

10/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

HUT Pidie Jaya 2026: Antara Perayaan, Pemulihan Pascabencana dan Penguatan Syariat

Syeh Do: Rapai Uroh Miliki Harmoni Unik yang Tidak Dimiliki Kesenian Lain

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com