Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

ASDP dan Pemerintah Aceh Garap Jalur Logistik Jakarta-Malahayati

redaksi by redaksi
25/05/2026
in Lintas Timur
0
ASDP dan Pemerintah Aceh Garap Jalur Logistik Jakarta-Malahayati

Foto Seorang warga memandang kapal KMP Kelud di Pelabuhan Malahayati Krueng Raya Aceh Besar. KMP Kelud bersandar dan menyediakan fasilitas menginap gratis bagi atlet, official dan masyarakat yang ingin menyaksikan perhelatan PON XXI di Aceh.(KOMPAS.COM/DASPRIANI Y. ZAMZAMI)

JAKARTA – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berencana memperluas jalur strategis logistik ke wilayah barat Indonesia melalui lintasan Jakarta-Malahayati, Aceh.

Rencana tersebut disiapkan di tengah kebutuhan distribusi logistik yang semakin cepat, efisien, dan terintegrasi. Pemerintah Aceh bersama ASDP telah menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) untuk pengembangan jalur strategis baru tersebut.

Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, mengatakan pengembangan lintasan Jakarta, Malahayati bukan sekadar pembukaan rute baru.

Menurut dia, jalur tersebut menjadi bagian dari transformasi layanan ASDP untuk memperkuat ekosistem long distance ferry atau LDF.

“Pengembangan lintasan Jakarta–Malahayati bukan sekadar membuka rute baru, melainkan bagian dari transformasi layanan ASDP dalam memperkuat ekosistem Long Distance Ferry (LDF) yang lebih efisien, modern, dan terintegrasi,” kata Yossianis dalam keterangan resmi, Sabtu (23/5/2026).

Yossianis mengatakan lintasan tersebut diharapkan menjadi katalis penguatan distribusi logistik nasional. Jalur itu juga diharapkan membuka peluang pertumbuhan perdagangan, pariwisata, dan ekonomi Aceh serta kawasan barat Indonesia secara lebih luas. Melalui kolaborasi tersebut, ASDP dan Pemerintah Aceh akan mengembangkan layanan penyeberangan secara berkelanjutan. Pengembangan mencakup pengoperasian dan pengelolaan armada kapal, penetapan tarif sesuai regulasi, serta pengembangan fasilitas pelabuhan pendukung.

“Keduanya juga akan melakukan pengembangan fasilitas pelabuhan pendukung, promosi pasar pengguna jasa, hingga peningkatan standar keselamatan dan kualitas pelayanan transportasi penyeberangan,” ujar Yossianis.

Sekretaris Daerah Aceh, Muhammad Nasir, menyampaikan dukungan penuh terhadap keberlanjutan kerja sama tersebut. Ia menilai layanan kapal ferry roll on roll off atau RoRo akan membuka akses transportasi laut yang lebih terjangkau.

Menurut Nasir, sinergi Pemerintah Aceh dan ASDP menjadi langkah penting untuk memastikan agenda pembangunan daerah berjalan selaras dengan penguatan konektivitas nasional.

“Kerja sama ini akan membuka berbagai peluang pengembangan baru yang dapat terus dievaluasi dan diperluas demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih komprehensif di masa mendatang,” ujarnya.

Pengembangan layanan LDF juga sejalan dengan arah transformasi bisnis ASDP. Perusahaan ingin menghadirkan sistem transportasi logistik yang lebih kompetitif. Skema distribusi berbasis penyeberangan jarak jauh dinilai mampu meningkatkan efisiensi biaya distribusi, memangkas waktu tempuh logistik, serta mendorong efektivitas operasional.

Yossianis menambahkan, langkah tersebut menjadi kontribusi ASDP dalam mendukung arahan Presiden untuk menurunkan biaya logistik nasional menjadi 8 persen melalui sistem distribusi yang lebih efisien dan berdaya saing.

Saat ini, ASDP menjaga konektivitas Aceh melalui tiga lintasan penyeberangan utama, yaitu Ulee Lheue, Balohan, Ulee Lheue, Lamteung, dan Ulee Lheue, Serapung.

Layanan tersebut didukung armada KMP Aceh Hebat 2, KMP BRR, dan KMP Papuyu. Sepanjang Januari hingga April 2026, ASDP Cabang Banda Aceh melayani 128.034 penumpang dan 63.428 kendaraan melalui ketiga lintasan tersebut.

Capaian itu menunjukkan peran transportasi penyeberangan dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Aceh.

“Ke depan, ASDP berkomitmen terus memperkuat konektivitas nasional melalui layanan transportasi penyeberangan yang modern, terintegrasi, dan berorientasi pada pelayanan publik serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” tegas Yossianis.

Sumber: kompas.com

Previous Post

DPPKBPP dan PA Aceh Besar Perkuat Koordinasi bersama IDAI Aceh

Next Post

PLN Sebut Listrik di Aceh Sudah Pulih

Next Post
Sabtu Malam, Listrik Kembali Padam di Pesisir Aceh Besar

PLN Sebut Listrik di Aceh Sudah Pulih

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Dolar Turun Tipis, BBM Melambung Tinggi: Rakyat Kecil Lagi-Lagi Jadi Korban

Dolar Turun Tipis, BBM Melambung Tinggi: Rakyat Kecil Lagi-Lagi Jadi Korban

10/06/2026
HUT ke-19 Pidie Jaya: Momentum Kebangkitan Ekonomi dan Pengelolaan SDA Berkelanjutan

HUT ke-19 Pidie Jaya: Momentum Kebangkitan Ekonomi dan Pengelolaan SDA Berkelanjutan

10/06/2026
208 Peserta Meriahkan Perayaan MTQ Tingkat Tangan-Tangan

208 Peserta Meriahkan Perayaan MTQ Tingkat Tangan-Tangan

10/06/2026
Kemenag Salurkan Lebih dari Rp85 Miliar untuk Penanganan Dampak Bencana di Aceh

Kemenag Salurkan Lebih dari Rp85 Miliar untuk Penanganan Dampak Bencana di Aceh

10/06/2026
Mualem Ngaku Kemiskinan Aceh Naik jadi 17% Akibat Bencana

Mualem Ngaku Kemiskinan Aceh Naik jadi 17% Akibat Bencana

10/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Syeh Do: Rapai Uroh Miliki Harmoni Unik yang Tidak Dimiliki Kesenian Lain

HUT Pidie Jaya 2026: Antara Perayaan, Pemulihan Pascabencana dan Penguatan Syariat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com