Dari garasi, Paklek dan Bulek menggiring Rindu ke dalam. Mereka mengapit Rindu. Suasana di dalam terlihat masih asri, persis seperti bertahun-tahun lalu.
Gusti bergerak mendahului mereka. Tiga kamar, ruang tamu dan dapur di lantai 1, terlihat familiar. Tak ada yang berubah. Kecuali beberapa pernak-pernik di dinding yang terlihat baru. Ada juga tiga asisten rumah tangga yang berwajah baru. Mereka membungkuk saat Gusti mendekat.
Langkah Gusti terhenti di salah satu pintu kamar. Ia sempat ragu-ragu.
“Itu masih kamarmu. Masuk saja,” kata Paklek dari arah belakang.
Saat memasuki kamar, wajah Gusti melongo. Keberadaan kursi, meja tulis serta kasur ternyata masih seperti ingatan terakhir, saat dirinya meninggalkan kamar tersebut. Demikian juga dengan poster Jessica Mila yang menempel di dinding dalam ukuran besar. Poster itu tak pernah dicopot. Bola basket dan gitar ukuran kecil juga masih di posisi yang sama. Terawat dengan rapi tanpa memindahkan letak benda.
Tubuh Gusti terguncang. Ia mendadak emosional haru. Wajahnya nyaris basah.
“Jadi kau penggemar rahasia Jessica Mila saat muda,” suara itu tiba tiba terdengar. Saat ia berpaling ke belakang, ada Henky disana yang tersenyum penuh makna.
“Dulu pas beli poster, cuma ini yang ada. Jadi asal tempel. Biar dinding tak kosong,” ujar Gusti beralasan. Ia tidak tahu sejak kapan sahabatnya itu berdiri di sana.
Ia bergegas keluar kamar. Gusti mencari Paklek dan Buklek untuk minta maaf atas sikapnya selama ini. Namun suasana di ruang tamu justru terlihat sepi. Seorang asisten mendekat.
“Ndoro dan tuan di kamar Ndoro Putri,” kata asisten. Ia menunjuk ke arah kamar di dekat kamar utama. Sepengetahuan Gusti, kamar itu sudah tertutup sejak lama. Bahkan ketika dirinya masih tinggal di sini. Setiap keluarga yang berkunjung dan menginap, selalu ditempatkan di kamar lantai 2. Saat itu, Gusti malas bertanya kenapa kamar tersebut ditutup sejak bertahun-tahun lamanya.
Tapi kini justru dibuka saat Rindu datang.
Gusti mengangguk ke arah asisten. Ia bergegas menuju kamar tadi. Sedangkan Henky mengekor dari belakang. Pintu tertutup tapi tak dikunci. Saat ia membuka, wajah Gusti lagi lagi melongo. Dinding kamar ternyata berwarna merah menyala.
Ada banyak miniatur Power Rangers serta Ultraman yang diatur dengan rapi. Pemandangan ini terlalu kontras dengan penampilan Rindu saat ini. Tak ada boneka Barbie disana.
Paklek terlihat kaku di sisi kanan tempat tidur yang terbuat dari kayu jati. Seprei juga berwarna merah dan baru. Bulek dan Rindu terlihat duduk di tepi kasur sambil memegang album foto.
“Ya ampun. Ini kamar Ndoro Putri? Kok tidak ada kesan lembut sama sekali,” ujar Henky tiba-tiba bercoleteh.
“Apa Paklek salah memasukan kamar? Harusnya kamar Gusti lebih cocok untuk Rindu. Ada nuansa kelembutannya. Sedangkan ini jadi kamar Gusti. Semangat membara,” kata Henky lagi.
Kedatangan Henky membuyarkan suasana sendu. Paklek tertawa. Sedangkan Rani dan Rindu mencoba tersenyum. Tangan mereka terlihat menyekat air mata. Album foto yang dipegang Bulek tiba-tiba terjatuh tanpa sengaja ke lantai.
Saat Gusti dan Henky mendekat, salah satu foto menampilkan dirinya saat masih kecil. Foto dirinya mandi sambil menangis tanpa baju dalam kolam renang di area belakang rumah. Di sebelahnya, ada bocah perempuan bertubuh gembul dengan mengenakan baju dan kacamata renang. Bocah perempuan itu tersenyum ke arah kamera sambil memperlihatkan gigi ompongnya.
Rindu hendak mengambil album dengan wajah memerah. Demikian juga dengan Bulek Rani. Tapi gerak mereka kalah cepat dengan Henky.
“Ya ampun. Ini Gusti dan Rindu?”ujar Henky sambil memandangi Gusti dan Rindu silih berganti.
“Rindu, apakah kau pernah ke Thailand untuk operasi plastik?” tanya Henky tiba-tiba.
[Bersambung]
Baca juga:
Sang Kombatan [Jilid 2] Bagian 26
Sang Kombatan [Jilid 2] Bagian 27
Sang Kombatan [Jilid 2] Bagian 28
![Sang Kombatan [Jilid 2]](https://atjehwatch.com/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-09-30-at-08.59.08-1-750x375.jpeg)




![Sang Kombatan [Jilid 2]](https://atjehwatch.com/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-09-30-at-08.59.08-1-120x86.jpeg)



