Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

MAA Aceh Besar Perjuangkan Hak-Hak Masyarakat Adat

Admin by Admin
29/07/2020
in Nanggroe
0

Aceh Besar– MAA Aceh Besar bekerja sama dengan Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA)_sebuah konsorsium nasional yang konsern memperjuangkan pengakuan hak hak masyarakat adat atas wilayah adat menyelenggarakan Diskusi Terfokus dengan tema “Peluang dan Tantangan Pengakuan Wilayah Adat Mukim di Aceh Besar.”

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Dekranasda Aceh Besar yang berlokasi di Mukim Gani Kecamatan Ingin Jaya itu diikuti oleh 17 orang peserta dari perwakilan pengurus MAA Aceh Besar, BRWA dan perwakilan imeum Mukim di Aceh Besar berlangsung dari pukul 09.30 sampai 12.45.

Kegiatan FGD ini bertujuan untuk mengkaji tantangan, capaian kebijakan dan implementasi Qanun Mukim Aceh Besar terhadap pengakuan wilayah mukim,
memetakan regulasi, kelembagaan dan para pihak dalam memperkuat kerjasama pelaksanaan pengakuan wilayah mukim di Aceh Besar.

Ketua MAA Aceh Besar, Asnawi Zainun, SH, dalam pengantar diskusi menegaskan bahwa Pasal 2 ayat (3) UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh telah mengakui kembali keberadaan wilayah mukim sebagai bagian struktur kewilayahan di Aceh. Dalam Pasal 1 angka 19 UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, dijelaskan pula Pengertian Mukim adalah kesatuan masyarakat hukum di bawah Kecamatan yang terdiri atas gabungan beberapa Gampong yang mempunyai batas wilayah tertentu yang dipimpin oleh Imeum Mukim dan berkedudukan langsung di bawah Camat;

Lebih lanjut Asnawi Zainun menjelaskan sebagai pelaksanaan dari pasal 114 Ayat (4) UUPA, di Kabupaten Aceh Besar telah ada Qanun Aceh Besar Nomor 8 Tahun 2009 Tentang Pemerintah Mukim. Dalam Pasal 28 ayat (1) qanun ini menyebutkan dengan tegas macam-macam harta kejayaan mukim yang berupa hutan, tanah, batang air, kuala, danau, laut, gunung, paya, rawa dan lain-lain yang menjadi ulayat Mukim. Selanjutnya dalam pasal 28 ayat (2) qanun ini juga memerintahkan untuk menginventarisir dan mendaftarkan wilayah wilayah yang merupakan harta kekayaan mukim dimaksud.

Sementara itu Aditya, perwakilan lembaga BRWA disamping memperkenalkan lembaga BRWA, juga menjelaskan secara detail proses dan tahapan pengakuan wilayah adat dari tahapan identifikasi, verifikasi sampai pada penetapan wilayah adat.

Dalam diskusi terfokus itu juga dirumuskan Rencana Kerja Tindak Lanjut Advokasi Pengakuan Wilayah Adat Mukim di Aceh Besar yang meliputi kegiatan, konsolidasi internal MAA Aceh Besar, konsolidasi dengan mukim Mukim di Aceh Besar, audiensi dengan para pihak pengambil kebijakan, advokasi kebijakan terkait pengakuan wilayah adat mukim, membangun sistem data dan informasi Mukim. []

Previous Post

Iran Tangkap 2 Warga Swedia Diduga Selundupkan Narkoba

Next Post

PBB Sebut 10 Ribu Anak di Dunia Tewas Kelaparan saat Pandemi

Next Post

PBB Sebut 10 Ribu Anak di Dunia Tewas Kelaparan saat Pandemi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

ALAMP AKSI Aceh Desak Pemda Evaluasi Kinerja Kadis Dukcapil Aceh Singkil

ALAMP AKSI Aceh Desak Pemda Evaluasi Kinerja Kadis Dukcapil Aceh Singkil

05/08/2026
PII Aceh Desak Gubernur Aceh Evaluasi Total Kinerja Buruk Baitul Mal Aceh

PII Aceh Desak Gubernur Aceh Evaluasi Total Kinerja Buruk Baitul Mal Aceh

05/08/2026
Bupati Abdya Minta Dapur MBG di Abdya Konsisten Utamakan Bahan Lokal

Bupati Abdya Minta Dapur MBG di Abdya Konsisten Utamakan Bahan Lokal

05/08/2026
Haykal Nahkodai FPRB Pidie Jaya 2026–2031, Siap Perkuat Ketangguhan Daerah Hadapi Bencana

Haykal Nahkodai FPRB Pidie Jaya 2026–2031, Siap Perkuat Ketangguhan Daerah Hadapi Bencana

05/08/2026
Musda Demokrat Aceh Resmi Dibuka, Perebutan Kursi Ketua DPD Dimulai

Musda Demokrat Aceh Resmi Dibuka, Perebutan Kursi Ketua DPD Dimulai

05/08/2026

Terpopuler

MAA Aceh Besar Perjuangkan Hak-Hak Masyarakat Adat

29/07/2020

Kapolres Pidie Jaya Kritik Evaluasi SKPK: Jangan Bicara Tanpa Data, Rakyat Berhak Tahu Kinerja Pemerintah

Haykal Nahkodai FPRB Pidie Jaya 2026–2031, Siap Perkuat Ketangguhan Daerah Hadapi Bencana

Kejari Pidie Jaya Lelang 1.296 Liter Solar dan iPhone Rampasan Negara, Eksekusi Aset Hasil Putusan Berkekuatan Hukum Tetap

Lima Tahun Bertahan Tanpa Orang Tua, Lima Bersaudara di Pidie Jaya Pernah Dua Hari Menahan Lapar

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com