MEUREUDU – SMA Negeri Unggul Pidie Jaya memohon maaf kepada berbagai pihak atas kejadian siswa senior mengintimidasi siswa junior yang telah terjadi beberapa waktu lalu.
Hal tersebut dikatakan oleh kepala sekolah Nurhjannah M.Pd saat konfirmasi pers di ruang kepala Sekolah SMA Unggul Pidie Jaya
Pihak dari Sekolah sudah berkoordinasi dan berkonsultasi ke pihak-pihak terkait, termasuk wali murid dan siswa telah kembali ke asrama sejak 1 September 2021.
“12 siswa korban Pemukulan sudah kembali kesekolah dan satu di antaranya masih dirawat di rumahnya dan untuk pengobatan siswa korban pemukulan dari kakak kelas tersebut akan difasilitasi pengobatannya oleh pihak sekolah,” ujarnya.
Sementara untuk 14 para siswa pelaku tersebut 9 diantaranya sekolah secara daring dan 5 siswa lagi dititipkan ke sekolah lain atau dikeluarkan dari Sekolah SMA Unggul Pidie Jaya.
“Pihak sekolah akan memaksimalkan pengamanan di asrama paska kejadian tersebut yang membuat pilu kita semua, dan pihak sekolah akan terus berupaya kerjasama yang baik antara pihak dinas pendidikan kabupaten, provinsi dan mohon dukungan dari berbagai pihak Agar SMA unggul Maksimal,” ujar Kepsek Nurjannah M.Pd.
Sementara salah satu pihak keluarga korban yang tidak mau ditulis namanya menginginkan sebelum “berdamai” ada penyelesaian duduk bersama dari pihak keluarga pelaku, pihak keluarga korban dan pihak sekolah itu yang belum dilakukan.
“Kita berharap bisa diselesaikan secara kekeluargaan, karena korban bukan hanya masalah fisik tapi masih ada fisikis yang harus di obati agar trauma siswa korban hilang, dan tidak ada korban korban lainnya,” ujar salah satu keluarga siswa korban pemukulan.











