Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Warga di Aceh Diajak Berantas Rentenir

Admin1 by Admin1
18/01/2022
in Nanggroe
0
Siasat Bank ’47’ Jerat Warga di Timur Aceh

Ilustrasi

Banda Aceh – Rentenir, Tengkulak atau Bank 47 memang tak menampakkan lagi jejaknya di Kota Banda Aceh dan hanya tersisa 2 persen lagi. Namun keberadaan mereka masih tetap terendus di Kabupaten/Kota yang ada di Aceh.

Sejumlah rentenir berkedok koperasi simpan pinjam atau lebih sering disebut Bank 47 masih bergentayangan mencari mangsa, hal itu dibuktikan dengan beberapa kasus yang terjadi beberapa bulan terakhir.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, mengingatkan masyarakat Aceh agar mewaspadai praktek rentenir yang berkedok koperasi dan semacamnya. Hal itu disampaikan di sela-sela kegiatannya, di pendopo, Senin (17/1/2022).

“Dalam situasi pandemi, ada kesempatan masuk bagi rentenir. Di mana kita sedang terpuruk, dan sedang kesusahan ekonomi. Bagi mereka, itu peluang menjerumuskan warga dalam kesesatan,” ujar Aminullah.

Aminullah juga berharap Pemerintah dan DPRA (Dewan Perwakilan Rakyat Aceh) untuk menerbitkan regulasi (Qanun) tentang pelarangan muamalah yang mengandung riba.

“Dengan adanya Qanun khusus terkait pelarangan muamalah yang mengandung riba, Insya Allah praktek rentenir akan musnah di bumi Serambi Mekkah,” harap Aminullah.

Ketua MES Aceh tersebut juga meminta Pemerintah Daerah di Kabupaten/Kota di Aceh dan semua pihak untuk gencar menyosialisasikan bahaya rentenir kepada masyarakat, karena selain bertentangan dengan syariat Islam, juga mengandung riba dan membuat masyarakat terus melarat.

“Kita minta kepada pihak Pemkab agar komit dan konsisten dalam memerangi rentenir karena selain meresahkan masyarakat juga sampai ada pendangkalan akidah seperti yang sudah-sudah, sehingga ada warga yang mengakhiri hidupnya akibat berurusan dengan tengkulak,” kata Aminullah.

Aminullah mengajak Pemerintah Kabupaten/Kota dan semua pihak lainnya untuk mendirikan Lembaga Keuangan Syariah dalam memberangus praktek-praktek rentenir agar mampu melepas masyarakat kecil dari jeratan tengkulak.

“Mendirikan LKS adalah salah satu strategi ampuh Pemerintah Daerah/Kota di Aceh dalam memberantas prakter rentenir, agar masyarakat Bumi Serambi Mekkah bebas dari cengkeraman rentenir,” ungkap Aminullah.

Untuk diketahui saat ini masyarakat Kota Banda Aceh sudah terbebas dari praktek rentenir, hanya tinggal 2 persen saja dari angka 80 % pada tahun 2017, berkat kehadiran Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS), Mahirah Muamalah Syariah (MMS) yang berhasil dibentuk dalam setahun usai Aminullah Usman menjabat sebagai Wali Kota Banda Aceh.

Kerja keras Wali Kota Banda Aceh dalam memerangi praktek rentenir terbilang sukses. Buktinya sejumlah penghargaan diterima, diantaranya Indonesia Visionary Leader (IVL) Session 7 dari Media Nusantara Citra (MNC) Portal Indonesia, LKBN Antara, dan yang teranyar penghargaan tokoh ekonomi syariah Aceh dari Harian Waspada serta kerap diundang pada acara talkshow pada salah satu stasiun tv nasional, hingga menerbitkan buku ‘Ala Aminullah Perangi Rentenir’ sebagai solusi pembelajaran bagi masyarakat.

Previous Post

Aminullah Terima Award Tokoh Pemberantas Rentenir dari HRA

Next Post

10 Kepala KUA dan 9 Kaur Tata Usaha Madrasah di Aceh Besar Dilantik

Next Post

10 Kepala KUA dan 9 Kaur Tata Usaha Madrasah di Aceh Besar Dilantik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Syeh Do: Rapai Uroh Miliki Harmoni Unik yang Tidak Dimiliki Kesenian Lain

Syeh Do: Rapai Uroh Miliki Harmoni Unik yang Tidak Dimiliki Kesenian Lain

08/06/2026
Dr. Safaruddin Minta Perumdam Tirta Abdya Fokus Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Dr. Safaruddin Minta Perumdam Tirta Abdya Fokus Tingkatkan Kualitas Pelayanan

08/06/2026
IPELMASRA Banda Aceh Pertanyakan Transparansi IUP Baru di Nagan

IPELMASRA Banda Aceh Pertanyakan Transparansi IUP Baru di Nagan

08/06/2026
Seniman Aceh Gandeng Tim LBH Banda Aceh, Bahas Penguatan Dasar Hukum Pemajuan Kebudayaan

Seniman Aceh Gandeng Tim LBH Banda Aceh, Bahas Penguatan Dasar Hukum Pemajuan Kebudayaan

08/06/2026
Ohku, 7 SPPG di Banda Aceh Setop Operasional MBG karena Dana Belum Cair

Ohku, 7 SPPG di Banda Aceh Setop Operasional MBG karena Dana Belum Cair

08/06/2026

Terpopuler

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

06/06/2026

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

Nyan, Bupati Pidie Jaya Perintahkan Pendataan Anak Putus Sekolah, Sekolah Rakyat Jadi Instrumen Putus Rantai Kemiskinan

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com