BANDA ACEH – Dalam rangka mempercepat informasi tentang perkembangan aliran keagamaan, Kemenag Aceh menggelar Kegiatan bimtek Fasilitator Aliran Paham Keagamaan dan Pembinaan pelaporan keuangan masjid.
Kegiatan yang diikuti sejumlah ormas Islam, dan pengurus masjid ini digelar di Hotel Permata Hati, Banda Aceh, Sabtu, 20 Mei 2023.
Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Damanhuri Basyir, Asisten Intelijen Kajati Aceh, Dr. Mukhlisuddin Ilyas dari Forum Koordinasi Terorisme, dan Ketua MPU Aceh Abu Faisal Ali sebagai pemateri
Kakanwil Kemenag Aceh Drs Azhari mengatakan, paham keagamaan yang menyimpang disampaikan melalui doktrin-doktrin. Menurutnya, ada paham keagamaan yang gampang mengkafirkan orang lain.
“Perlu diwaspadai, memang kadang diawali dengan bacaan atau pemahaman yang tidak wasatiyah, kemudian begitu tidak sama dengan cara mereka beribadah, berpakaian maka dianggap orang lain tidak sah, kafir, sesat dan sebagainya,” ujar Azhari.
Sebab itu, kata Azhari, menjadi tugas Kemenag untuk menjadi penerang dan menyampaikan informasi dan pemahaman yang benar kepada masyarakat.
“Ini kita dari Bimas, dari masjid perlu menyampaikan bahwa agama Islam banyak pandangan. Yang penting secara aqidah, secara hukum pokok tidak bertentangan, tapi kalau yang cabang, furuiyah tentu ada perbedaan, ” katanya.
“Hal yang besar bisa diperkecil yang kecil bisa dihilangkan. Kalau ada yang keliru segera dibahas,” katanya lagi.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Aceh, Alfirdaus Putra, kegiatan ini merupakan program prioritas Kementerian Agama.
Menurutnya, paham keagamaan yang menyimpang perlu diwaspadai terutama pada tahun politik.
“Apalagi menuju tahun politik banyak sekali lembaga keagamaan muncul untuk kebutuhan tertentu,” ujarnya.










