Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Begini Langkah Banda Aceh Hadapi Kemungkinan Tenggelam 50 Tahun Mendatang

Admin1 by Admin1
22/01/2020
in Nanggroe
0

Banda Aceh – Hasil penelitian tim Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Aceh menyebutkan tiga persen wilayah pesisir Banda Aceh bakal tenggelam dalam 50 tahun mendatang. Pemerintah Kota (Pemkot) akan melakukan sejumlah langkah antisipasi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh Fadhil, mengatakan, langkah antisipasi yang bakal dilakukan di antaranya membuat kebijakan rencana tata ruang Kota Banda Aceh. Dalam kebijakan ini salah satunya ditargetkan jalan lingkar di wilayah pesisir mempunyai ketinggian sekitar lima meter.

Peningkatan jalan ini dilakukan secara bertahap dalam beberapa waktu mendatang. Selain itu, Pemkot Banda Aceh juga akan membentengi seluruh wilayah pesisir dengan tanggul.

Langkah lain yang dilakukan, sebut Fadhil, yaitu menjaga ekosistem yang ada di pesisir. Dia mencontohkan, tidak menebang pohon di sana serta memperbanyak menanam mangrove.

“Kita sudah saatnya meningkatkan mangrove dan sejenisnya di daerah pesisir sehingga daerah pesisir lebih tangguh,” kata Fadhil saat ditemui wartawan di Kantor BPBD Banda Aceh, Rabu (22/1/2020).

Menurutnya, Pemkot Banda Aceh juga akan menyiapkan masyarakat tangguh bencana. Berbagai langkah tersebut dilakukan untuk mencegah pesisir Banda Aceh tenggelam akibat kenaikan permukaan air laut.

Fadhil menjelaskan, selama ini ada beberapa bencana yang pernah terjadi di Banda Aceh yaitu cuaca ekstrem, gempa, tsunami, kebakaran serta banjir. Fadhil mengaku mengapresiasi penelitian yang dilakukan Unsyiah sehingga hasil riset tersebut menjadi acuan dalam mitigasi bencana di ibu kota Provinsi Aceh.

“TDMRC sudah melakukan penelitian yang baik bermitra dengan kami untuk melalukan mitigasi bencana tsunami dan banjir rob,” jelasnya.

Menurutnya, banjir rob terjadi akibat mencairnya gunung es sehingga permukaan air laut meningkat. Dengan demikian, sebutnya, air laut berpotensi masuk ke daratan.

“Kita juga mengantisipasi jika seandainya tsunami terjadi bersamaan dengan banjir rob. Peristiwa tsunami kemarin (2004) terjadi dengan segala indeks dan tingkat kehancuran cukup tinggi. Jadi langkah mitigasi bencana sedini mungkin harus kita lakukan,” bebernya.

Seperti diketahui, tim Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Aceh menggelar penelitian tentang dampak kenaikan muka air laut akibat perubahan iklim di pesisir Banda Aceh. Dalam penelitian tersebut, wilayah pesisir ibu kota Provinsi Aceh diprediksi bakal tenggelam dalam 50 tahun mendatang.

Hasil riset berjudul “Strategi Mitigasi Bencana Tsunami dan Banjir Rob yang Diperparah oleh Kenaikan Muka Air Laut Akibat Perubahan Iklim”, itu sudah diserahkan ke Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman. Penelitian ini dilakukan sejak 2016 hingga akhir tahun 2019 yang didukung PEER USAID.

Peneliti TDMRC Unsyiah, Dr. Syamsidik, mengatakan, penelitian yang dilakukan pihaknya bertujuan untuk mengetahui prediksi ke depan yang akan terjadi di Banda Aceh, terutama terkait tsunami dan banjir rob. Dalam penelitian tersebut diketahui, wilayah pesisir Banda Aceh mengalami kenaikan permukaan air laut.

“Diprediksikan 50 tahun mendatang, 3 persen dari total luas Kota Banda Aceh akan terendam. Angka ini akan meningkat 11 persen dalam waktu 100 tahun jika tidak ada pengembangan tepat di kawasan tersebut,” kata Syamsidik dalam keterangan kepada wartawan, Rabu (22/1).

Sumber: detik.com

Tags: banda aceh
Previous Post

Pesisir Banda Aceh Diprediksikan Bakal Tenggelam dalam 50 Tahun Mendatang

Next Post

Plt Gubernur Sapa Mahasiswa KKN di Wih Pesam

Next Post

Plt Gubernur Sapa Mahasiswa KKN di Wih Pesam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

10/06/2026
Plt Sekda Lantik 50 Pejabat Fungsional Tenaga Kesehatan dan Guru

Plt Sekda Lantik 50 Pejabat Fungsional Tenaga Kesehatan dan Guru

10/06/2026
Dolar Turun Tipis, BBM Melambung Tinggi: Rakyat Kecil Lagi-Lagi Jadi Korban

Dolar Turun Tipis, BBM Melambung Tinggi: Rakyat Kecil Lagi-Lagi Jadi Korban

10/06/2026
HUT ke-19 Pidie Jaya: Momentum Kebangkitan Ekonomi dan Pengelolaan SDA Berkelanjutan

HUT ke-19 Pidie Jaya: Momentum Kebangkitan Ekonomi dan Pengelolaan SDA Berkelanjutan

10/06/2026
208 Peserta Meriahkan Perayaan MTQ Tingkat Tangan-Tangan

208 Peserta Meriahkan Perayaan MTQ Tingkat Tangan-Tangan

10/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

HUT Pidie Jaya 2026: Antara Perayaan, Pemulihan Pascabencana dan Penguatan Syariat

Syeh Do: Rapai Uroh Miliki Harmoni Unik yang Tidak Dimiliki Kesenian Lain

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com