Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Aceh Perlu Siapkan Infrastruktur Bisnis Guna Tarik Investor

redaksi by redaksi
22/01/2025
in Ekonomi
0
Aceh Perlu Siapkan Infrastruktur Bisnis Guna Tarik Investor

Banda Aceh – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Provinsi Aceh menyarankan agar pemerintahan di Aceh dapat menyiapkan infrastruktur penunjang agar bisa meningkatkan aktivitas bisnis hingga menarik investasi ke Aceh.

“Pemerintah di daerah dan teman-teman di DPRA Aceh itu fokus ke sana (infrastruktur penunjang bisnis). Insentif pemerintah bisa dilakukan ke sana,” kata Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai Aceh, Safuadi, dalam siaran pers, Senin (20/1/2025).

Dirinya mengatakan, infrastruktur penunjang di Aceh saat ini belum lengkap, sehingga kegiatan-kegiatan bisnis masih kurang berjalan maksimal di Aceh. Karena untuk fasilitas tersebut, tidak mungkin dibebankan kepada pengusaha.

Ia mencontohkan, untuk Pelabuhan Malahayati di Aceh Besar, hanya memiliki kedalaman sekitar 6-8 meter atau hanya bisa disandari kapal bermuatan 30 ribu ton. Sementara kapal cargo terkini rata-rata berkapasitas 50 ribu ton ke atas.

“Kapal-kapal besar yang ingin merapat tidak bisa merapat. Harusnya dia (pelabuhan Malahayati) harus sampai kedalaman 14 meter. Supaya kapal bisnis yang kapasitas 50 ribu ton bisa datang ke sana. Maka, Kalau kapal bisnis tidak bisa datang, tentu bisnis tidak ada,” ujarnya.

Selain itu, kata Safuadi, bandara Syekh Hamzah Fansyuri hanya sepanjang 1.400 meter. Seharusnya bisa ditingkatkan menjadi 2.500 meter, sehingga semua komoditi produktif di daerah itu bisa langsung diterbangkan ke negara tujuan.

Kemudian, bandara Lasikin Simeulue, panjangnya 1.710 meter dan juga tidak bisa dilandasi pesawat kargo. Harusnya, bandara tersebut juga bisa diperoa hingga 2.500 meter, meskipun harus ada bukit yang dipotong.

Lanjut dia, sehingga semua hasil laut di sana seperti lobster dan perikanan lain itu bisa terbang langsung ke Jepang, Uni Emirat Arab, dan lainnya.

Tak hanya itu, Safuadi juga menyarankan agar pemanfaatan bandara di Aceh tidak hanya fokus pada aktivitas orang saja, karena kebutuhan yang penting juga pada peningkatan pergerakan barang.

Menurutnya, aktivitas industri dan ekonomi itu bisa tumbuh karena beberapa hal yakni adanya pergerakan barang, uang, dokumen, orang, dan marketnya.

“Jadi kalau lima itu bisa dilakukan, maka aktivitas nya (ekonomi) bisa bertumbuh,” ujarnya.

Maka dari itu, pemerintahan di Aceh hari ini perlu menyediakan infrastruktur bisnis agar berjalannya roda perekonomian. Dan tidak boleh membebani para investor untuk menyiapkan fasilitas sendiri.

Sejauh ini, lanjut dia, terhadap permasalahan ekonomi Aceh, para akademik sudah menyampaikan gagasannya, dan pengusaha sedang berharap. Sekarang, tinggal bagaimana pemerintah mengambil porsinya. Artinya, perlu sinergitas dan kolaborasi bersama.

“Jadi ketiga ini harus bersama, karena kalau ketiga ini terputus, maka tidak terkoneksi, kalau tidak terkoneksi, maka kemudian Aceh tidak akan bangkit,” kata Safuadi. []

Previous Post

Nelayan Aceh Terlilit Utang karena Tak Bisa Melaut Akibat Cuaca Buruk

Next Post

Prodi Kesos FDK UIN Ar-Raniry Sosialisasi ke Abdya

Next Post
Prodi Kesos FDK UIN Ar-Raniry Sosialisasi ke Abdya

Prodi Kesos FDK UIN Ar-Raniry Sosialisasi ke Abdya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Bawaslu Pidie Dorong Partisipasi Perempuan, Rauzatul Jannah Pecahkan Tradisi Kepemimpinan Gampong

Bawaslu Pidie Dorong Partisipasi Perempuan, Rauzatul Jannah Pecahkan Tradisi Kepemimpinan Gampong

17/09/2026
Nanda Saputra Ditunjuk sebagai Plt Kepala SMAN 1 Darul Falah Aceh Timur

Nanda Saputra Ditunjuk sebagai Plt Kepala SMAN 1 Darul Falah Aceh Timur

17/09/2026
Mengukir Sejarah Kepemimpinan Perempuan: Refleksi atas Pelantikan Keuchik Rauzatul Jannah di Indra Jaya

Mengukir Sejarah Kepemimpinan Perempuan: Refleksi atas Pelantikan Keuchik Rauzatul Jannah di Indra Jaya

17/09/2026
515 Tahun Pidie: Sejarah Panjang, Masa Depan yang Harus Diperjuangkan

515 Tahun Pidie: Sejarah Panjang, Masa Depan yang Harus Diperjuangkan

17/09/2026
Aksi Solidaritas Kemanusiaan, SMA/SMK/SLB Se-Aceh Barat Daya Bantu Penanganan Pascabanjir di SMAN 4 Abdya

Aksi Solidaritas Kemanusiaan, SMA/SMK/SLB Se-Aceh Barat Daya Bantu Penanganan Pascabanjir di SMAN 4 Abdya

17/09/2026

Terpopuler

ASN, Non ASN, dan Honorer yang Belum Aktifkan IKD Segera Registrasi dan Aktivasi

ASN, Non ASN, dan Honorer yang Belum Aktifkan IKD Segera Registrasi dan Aktivasi

15/09/2026

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2027, Berikut Daftarnya

Jalan Nasional Alue Mangota Blangpidie Terendam Banjir, Masyarakat di Imbau Waspada

Aceh Perlu Siapkan Infrastruktur Bisnis Guna Tarik Investor

Untuk Mencapai Pelayanan Prima, Kasi Asuhan Keperawatan dan Kebidanan RSUD-TP Bekali Petugas Baru

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com