Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Pemerintah Aceh Diminta Maksimalkan Realisasi Butir MoU Helsinki

Admin1 by Admin1
15/08/2021
in Nanggroe
0
Konvoi ‘Bulan Bintang’ Meriahkan Milad GAM di Banda Aceh

BANDA ACEH – Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh Prof Yusni Sabi menyarankan pemerintahan di Aceh untuk memaksimalkan realisasi butir-butir MoU Helsinki atau perjanjian damai antara Pemerintah RI dan GAM.

“Apa yang telah dicapai harus dimaksimalkan, sempurnakan apa yang belum disempurnakan dari perjanjian damai Aceh ini,” kata Prof Yusni Sabi, di Banda Aceh, Sabtu (14/8).

Prof Yusni Sabi mengatakan semua pihak harus bersyukur perdamaian Aceh masih terawat hingga peringatan ke 16 tahun ini sejak penandatanganan nota kesepahaman damai pada 15 Agustus 2005 lalu di Helsinki, Finlandia.

“Pertama kita harus bersyukur, bahwa 30 tahun konflik itu sangat merugikan, menghancurkan, merusak. Kemudian hasil perjuangan itu sendiri telah mendapatkan kesepakatan bersama pada 15 Agustus 2005 silam,” ujarnya.

Alhamdulillah, kata Prof Yusni, dari perdamaian tersebut pemerintah menindaklanjutinya dengan UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh (UUPA). Pasal-pasal dalam peraturan itu kemudian harus dimaksimalkan realisasinya. Prof Yusni menyampaikan apa yang sudah dicapai melalui UUPA tersebut harus dilengkapi dengan komitmen pemerintah daerah mulai dari eksekutif, legislatif hingga yudikatif, baik itu di provinsi maupun kabupaten/kota se Aceh.

Pemerintah harus menjabarkan setiap pasal dalam UUPA tersebut, sehingga dapat memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat Aceh. “Karena tujuan utama dari perdamaian Aceh ini adalah kesejahteraan, dan itu harus dilakukan oleh pemimpin. Sekarang tidak ada alasan lagi berkonflik apalagi sesama sendiri,” kata mantan Rektor UIN Ar-Raniry.

Prof Yusni menyarankan agar pemerintahan di Aceh baik eksekutif maupun legislatif selalu kompak dalam memberikan kesejahteraan rakyat, dan tidak lagi berkonflik sendiri, karena itu dapat memudarkan kepercayaan masyarakat Aceh.

Ke depan, lanjut Prof Yusni, sebagai buah nyata dari perdamaian Aceh tersebut, maka harus pemimpin harus menunjukkan perilaku dan sikap yang baik dalam merealisasikan butir-butir MoU Helsinki yang dituangkan dalam melalui UUPA, untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

“Hal yang paling penting adalah komitmen pemerintah bahwa apa pun yang dihasilkan itu harus dengan setinggi-tingginya untuk kemaslahatan, kemakmuran, dan kesejahteraan rakyat Aceh,” demikian Prof Yusni Sabi.

Sumber: republika.co.id

Previous Post

IDI Ingatkan Kemungkinan Terburuk Pandemi di Aceh

Next Post

Pemberian Asimilasi Covid-19 pada Narapidana di Aceh Diperketat

Next Post
Ditjen PAS Pindahkan 41 Napi Bandar Narkoba ke Nusakambangan

Pemberian Asimilasi Covid-19 pada Narapidana di Aceh Diperketat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

8 Pemda di Sumut Bantu Pemulihan di Aceh Lewat Hibah Antar Daerah

8 Pemda di Sumut Bantu Pemulihan di Aceh Lewat Hibah Antar Daerah

23/04/2026
Polda Aceh Tegaskan Komitmen Tuntaskan Kasus Korupsi Beasiswa

Polda Aceh Tegaskan Komitmen Tuntaskan Kasus Korupsi Beasiswa

23/04/2026
Tujuh Toko Terbakar di Lhoong Aceh Besar

Tujuh Toko Terbakar di Lhoong Aceh Besar

23/04/2026
PMII Komisariat UIN Ar-Raniry Audiensi dengan Pimpinan STAI Pante Kulu, Ada Apa?

PMII Komisariat UIN Ar-Raniry Audiensi dengan Pimpinan STAI Pante Kulu, Ada Apa?

23/04/2026
Coffee Morning LPPM IAIN Takengon: Exploring Emotional and Psychological Healing in The Qur’an

Coffee Morning LPPM IAIN Takengon: Exploring Emotional and Psychological Healing in The Qur’an

23/04/2026

Terpopuler

Dana Desa Rp.450 Juta Digerus, Keuchik Lancang Pidie Jaya Berakhir di Rutan

Dana Desa Rp.450 Juta Digerus, Keuchik Lancang Pidie Jaya Berakhir di Rutan

22/04/2026

Ratoh Jaroe Disebut “Industri”, Budayawan Aceh: Tradisi Asli Justru Tergeser

Ajudan Dir Narkoba Aceh dilaporkan ke Div Propam Polri

TMMD Gandeng Disdukcapil Abdya Layani Pembuatan Adminduk Masyarakat

PMII Komisariat UIN Ar-Raniry Audiensi dengan Pimpinan STAI Pante Kulu, Ada Apa?

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com