Jakarta – Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida pada Jumat, 24 Desember 2021, menyetujui anggaran belanja bidang pertahanan, yang mengalami kenaikan 1,1 persen atau menjadi 5,4 triliun yen (Rp 671 triliun). Jumlah tersebut, masih kurang dari satu perempat anggaran militer Cina pada tahun ini berdasarkan data resmi Beijing.
Tahun fiskal di Jepang akan dimulai setiap 1 April. Anggran militer Jepang sudah 10 kali mengalami kenaikan berturut-turut dengan berkaca pada cepatnya ekspansi militer Cina dan program nuklir Korea Utara.
Tank tipe-74 bergerak dalam latihan tembakan langsung di tempat latihan Pasukan Bela Diri Darat Jepang (JGSDF) di Area Manuver Fuji Timur di Gotemba, Jepang 22 Mei 2021. Akio Kon/Pool via REUTERS
Naiknya anggaran pengeluaran militer Jepang tersebut sesuai dengan rapat pada April lalu antara Jepang, yang ketika itu dipimpin oleh mantan Perdana Menteri Yoshihide Suga dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Dalam rapat itu, Suga berjanji akan memperkuat kemampuan pertahanan Jepang setelah berkaca pada lingkungan keamanan kawasan, yang lebih menantang.
Ketegangan antara Cina dan Taiwan meningkat setelah Presiden Cina Xi Jinping berusaha meningkatkan pengaruh negaranya di Taiwan. Pemerintah Taiwan mengatakan menginginkan perdamaian, namun siap mempertahankan diri jika memang diperlukan.
Pada awal bulan lalu mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan setiap kedaruratan di Taiwan artinya sama dengan kedaruratan di Jepang dan Amerika Serikat.







