Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Kenapa Populasi China Bisa Berkurang sampai Xi Jinping Kalut?

Admin1 by Admin1
18/01/2024
in Internasional
0
Taktik Perang Dingin, CIA Bakal Kerahkan Spesialis China untuk Lawan China

Bendera nasional China dan AS berkibar di dekat US Capitol, Washington, saat pertemuan kedua pemimpin tahun 2011. Foto/REUTERS/Hyungwon Kang

Jakarta – Populasi China kembali menyusut dalam dua tahun berturut-turut dengan jumlah penduduk berkurang 2.08 juta orang pada 2023. Jumlah penduduk China kini menjadi 1,409 miliar.

Jumlah ini melebihi penurunan populasi pada 2022 yang mencapai 850.000 orang, krisis populasi perdana di China sejak 1961 silam.

Penyusutan populasi ini menandai fenomena resesi seks dan tantangan demografi yang dihadapi pemerintahan Presiden Xi Jinping di tengah pelemahan ekonomi China belakangan ini.

Biro Statistik Nasional (NBS) mencatat angka kelahiran China juga terus turun ke rekor terendah yaitu 6,39 kelahiran per 1.000 orang. Jumlah ini turun dari 6,77 kelahiran per 1.000 orang pada 2022.

Artinya, hanya ada 9.02 juta bayi yang lahir pada 2023, dibandingkan 9,56 bayi yang lahir pada 2022.

Kenapa populasi China menurun?

China mengalami lonjakan kasus Covid-19 pada awal tahun lalu setelah pemerintah mencabut pembatasan ketat pada Desember 2022, yang membuat kondisi negara itu terkendali sejak pandemi.

Total kematian pada tahun lalu di China naik 6,6 persen menjadi 11,1 juta orang. Tingkat kematian ini menjadi yang tertinggi sejak 1974 selama Revolusi Kebudayaan.

Jumlah kelahiran, sementara itu, turun 5,7 persen menjadi 9,02 juta, dengan tingkat kelahiran mencapai rekor terendah yakni 6,39 kelahiran per 1.000 orang. Pada 2022, tingkat kelahiran mencapai 6,77 kelahiran.

Tingkat kelahiran ini sendiri anjlok akibat kebijakan satu anak yang diterapkan pemerintah dari 1980 sampai 2015.

Selain itu, ada pula faktor urbanisasi di mana warga kebanyakan pindah dari desa ke kota, yang biaya hidupnya jauh lebih mahal terutama untuk membesarkan anak. Hal ini menjadikan banyak generasi usia produktif berpikir ulang menunda bahkan memutuskan untuk tidak memiliki keturunan.

Lebih dari itu, pada 2023, tingkat pengangguran di antara kaum muda bahkan mencapai rekor tertinggi. Sejalan dengan itu, upah para pekerja kantoran juga turun sehingga banyak yang tak ingin ambil risiko untuk memiliki anak.

Karena penyusutan ini, para ahli Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan bahwa populasi China akan berkurang 109 juta pada 2050. Angka ini lebih dari tiga kali lipat perkiraan PBB pada 2019, demikian dikutip dari Reuters.

Penurunan angka kelahiran di China ini terjadi meskipun ada desakan dari pemerintah untuk mendorong lebih banyak pasangan menikah dan memiliki anak.

Pada 2015, China bahkan mencabut kebijakan satu anak cukup yang telah berlangsung selama puluhan tahun lantaran menyadari aturan itu menyebabkan penyusutan populasi saat ini.

Penyusutan populasi ini juga terjadi kala pertumbuhan ekonomi China hanya tumbuh 5,2 persen selama 2023. Meski mencapai lebih dari target, namun pertumbuhan ekonomi China ini menjadi salah satu yang terburuk selama lebih dari tiga dekade.

Presiden Xi Jinping bahkan sampaiblak-blakan bahwa ekonomi negaranya sedang dalam keadaan sulit. Hal ini ditandai dengan pelemahan dunia bisnis dan sulitnya warga mendapat pekerjaan.

Curhatan itu disampaikan Xi saat menyampaikan pidato menyambut Tahun Baru 2024 pada Minggu (31/12). Ini pertama kalinya Jinping mengakui kondisi berat ekonomi Tiongkok sejak menjabat pada 2013 lalu.

“Beberapa perusahaan (bisnis) mengalami masa sulit. Beberapa orang kesusahan mendapatkan pekerjaan dan memenuhi kebutuhan dasar. Semua ini menjadi pikiran saya,” kata Xi dalam sambutannya, yang juga diedarkan secara luas oleh media pemerintah.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Imum Mukim Lambaroeh Banda Diminta Sukseskan Pemilu dan Turunkan Stunting

Next Post

Kapal Dihantam Drone Houthi, AS Bombardir Yaman Lagi Pakai Tomahawk

Next Post
Kapal Dihantam Drone Houthi, AS Bombardir Yaman Lagi Pakai Tomahawk

Kapal Dihantam Drone Houthi, AS Bombardir Yaman Lagi Pakai Tomahawk

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Optimalkan Pelayanan RSUD Indrapuri, Wabup Syukri Ajak Nakes Tingkatkan Komunikasi dan Koordinasi

Optimalkan Pelayanan RSUD Indrapuri, Wabup Syukri Ajak Nakes Tingkatkan Komunikasi dan Koordinasi

21/04/2026
35 Calon Mahasiswa Al Azhar Sukses Ikuti Tes Tahdid Mustawa di Al Zahrah Bireuen

35 Calon Mahasiswa Al Azhar Sukses Ikuti Tes Tahdid Mustawa di Al Zahrah Bireuen

21/04/2026
Iran Buka Lagi Selat Hormuz, Tapi Ancam Tutup jika Blokade AS Lanjut

Iran Buka Lagi Selat Hormuz, Tapi Ancam Tutup jika Blokade AS Lanjut

21/04/2026
Israel Tunda Lagi Sidang Korupsi Netanyahu karena Alasan Keamanan

Israel Tunda Lagi Sidang Korupsi Netanyahu karena Alasan Keamanan

21/04/2026
Muhammad Zubir Resmi Pimpin Diskominfotik Banda Aceh

Muhammad Zubir Resmi Pimpin Diskominfotik Banda Aceh

20/04/2026

Terpopuler

Obat Kosong hingga Mogok Dokter di RSUD Aceh Besar, Zulfikar DPRK: Ini Seperti Tentara Disuruh Berperang tanpa Senjata

Obat Kosong hingga Mogok Dokter di RSUD Aceh Besar, Zulfikar DPRK: Ini Seperti Tentara Disuruh Berperang tanpa Senjata

20/04/2026

BGN Perkuat SPPG Pidie: Profesionalitas Dijaga, Hoaks Dilawan, UMKM Didorong

Kenapa Populasi China Bisa Berkurang sampai Xi Jinping Kalut?

Apel Senin di Disdikbud, Plt Sekda Abdya Minta Tempat Meusuraya Lemang Dibersihkan

Pesona Bawah Laut Karang Cina Putri Abdya: Surga Tersembunyi yang Siap Dongkrak Wisata Bahari Aceh Barat Daya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com