Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Dahlan Iskan Bicara soal Ibukota Super Kilat

Admin1 by Admin1
29/08/2019
in Nasional
0

Jakarta – Pindah ibu kota perlahan tak lagi menjadi wacana belaka. Presiden Joko Widodo telah mengumumkan lokasi yang akan menjadi ibu kota baru.

Ibu kota nantinya akan berada di Kalimantan Timur. Tepatnya di sebagian Kabupaten Paser Penajam Utara (PPU) dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Rencana ini banyak menuai tanggapan pro dan kontra. Salah satu yang memberikan tanggapan adalah mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Dalam tulisannya yang diberi judul Ibu Kota Kilat, dia berpandangan bahwa rencana pemindahan ibu kota yang dilakukan Jokowi betul-betul cepat.

“Bapak Presiden Jokowi sendiri yang mengumumkannya. Senin lalu. Dalam event yang khusus dibuat untuk mengumumkan lokasi itu. Sudah pasti, itu di bibir Teluk Balikpapan, Kaltim. Tidak ada lokasi lain yang dimaksud seperti itu. Kecuali ujung Teluk Balikpapan tersebut,” ujarnya dilansir dari tulisannya di disway.id, Kamis (29/8/2019).

Dahlan berpandangan waktu pembangunan ibu kota yang disusun oleh pemerintah begitu cepat. Dimulai dari 2020, kemudian pada 2024 Istana Negara dan 34 gedung kementerian ditargetkan selesai.

“Artinya, gedung-gedungnya sudah jadi. Jalan-jalan rayanya sudah terhampar. Saluran-saluran air sudah selesai. Listrik-telepon-air bersih sudah beres,” tambahnya.

Dia memaparkan lokasi menuju ibu kota baru tersebut juga mudah ditempuh, dari bandara Balikpapan langsung masuk tol yang bisa mempersingkat jarak tempuh ke lokasi.

Lokasi yang begitu strategis hingga waktu pembangunannya yang begitu presisi seolah bertentangan dengan realita birokrasi yang masih lamban saat ini. Baginya yang tidak suka atas birokrasi yang berbelit sangat senang mendengarnya.

Proses pemindahan ibu kota yang begitu cepat diibaratkan seperti perusahaan swasta yang membangun kawasan hunian. Begitu fleksibel.

Malah menurutnya lebih fleksibel dari sebuah perusahaan. Sebab bagi perusahaan yang ingin melakukan sesuatu biasanya harus meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“Ini sudah mirip sebuah perusahaan keluarga,” ujarnya.

Dia menyebut proses pengadaan ibu kota baru ini seperti terobosan baru. Mungkin terbesar dalam sejarah birokrasi Indonesia atau bahkan di dunia.

“Dan itu hanya bisa dilakukan oleh seorang presiden asal Solo Pak Jokowi. Cepatnya bukan main. Akan lebih cepat dari proyek apa pun. BSD pun memerlukan waktu lebih 15 tahun. Ibu kota baru kita itu hanya perlu waktu lima tahun. Dari gagasan, sampai perencanaan, proses legal, administrasi, pendanaan sampai bisa ditempati. Saya begitu kagumnya,” tulisnya. | sumber: detik.com

Tags: ibukota barujakartaKaltim
Previous Post

Karang Taruna Gampong Blang Guci, Satu Satunya Organisasi yang Dilantik di Aceh Timur

Next Post

Bupati Aceh Barat Komit Dukung Program Reintegrasi

Next Post

Bupati Aceh Barat Komit Dukung Program Reintegrasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

HUT ke-19 Pidie Jaya: Momentum Kebangkitan Ekonomi dan Pengelolaan SDA Berkelanjutan

HUT ke-19 Pidie Jaya: Momentum Kebangkitan Ekonomi dan Pengelolaan SDA Berkelanjutan

10/06/2026
208 Peserta Meriahkan Perayaan MTQ Tingkat Tangan-Tangan

208 Peserta Meriahkan Perayaan MTQ Tingkat Tangan-Tangan

10/06/2026
Kemenag Salurkan Lebih dari Rp85 Miliar untuk Penanganan Dampak Bencana di Aceh

Kemenag Salurkan Lebih dari Rp85 Miliar untuk Penanganan Dampak Bencana di Aceh

10/06/2026
Mualem Ngaku Kemiskinan Aceh Naik jadi 17% Akibat Bencana

Mualem Ngaku Kemiskinan Aceh Naik jadi 17% Akibat Bencana

10/06/2026
Mendagri Klaim Aceh Sudah Normal Tapi Belum Permanen

Mendagri Klaim Aceh Sudah Normal Tapi Belum Permanen

10/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Syeh Do: Rapai Uroh Miliki Harmoni Unik yang Tidak Dimiliki Kesenian Lain

HUT Pidie Jaya 2026: Antara Perayaan, Pemulihan Pascabencana dan Penguatan Syariat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com