Jakarta – Ribuan orang melakukan unjuk rasa di Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina, pada Sabtu, 5 Februari 2022. Mereka membawa banners yang diantaranya bertuliskan ‘Kharkiv adalah Ukraina’ dan ‘hentikan agresi Rusia’.
Ukraina saat ini sedang bersiap-siap untuk kemungkinan serangan dari Rusia. Dalam beberapa pekan terakhir, upaya diplomasi dilakukan oleh Barat dan Moskow, namun sejauh ini belum ada terobosan yang diperoleh. Rusia telah mengerahkan puluhan ribu tentara ke dekat wilayah perbatasan Ukraina.
Moskow menyangkal tuduhan kalau negara itu punya rencana untuk menyerang Ukraina. Namun menuntut jaminan keamanan keamanan, termasuk keamanan dari NATO.
Kharkiv adalah sebuah kota di wilayah timur Ukraina, yang terbentang sekitar 42 kilometer dari perbatasan Rusia. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan kota ini mungkin menjadi target Rusia.
Demonstran di Kharkiv pada Sabtu kemarin menyanyikan lagu-lagu nasional dan melambai-lambaikan bendera Ukraina. Ada juga yang memegang bendera-bendera sekutu Ukraina, diantaranya Amerika Serikat, Inggris dan Uni Eropa.
“Orang-orang turun ke jalan untuk berdemonstrasi. Kharkiv adalah sebuah kota di Ukraina dan kami tidak akan menyerahkannya,” kata warga Kharkiv, Nina Kvitko.








