Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Pemerintah Gagas Proyek Pipanisasi Terkoneksi dari Aceh Sampai Jawa

Admin1 by Admin1
17/01/2024
in Nanggroe
0
Krak, Pertamina Hulu Energi Temukan Harta Karun di Lepas Pantai Aceh

Pertamina Hulu Energi (PHE) North Sumatera Offshore (NSO) kembali menemukan hidrokarbon berupa gas dan kondensat melalui pengeboran sumur eksplorasi NSO-XLLL1ST di lepas pantai Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh. (Dok Pertamina)

JAKARTA – Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji menyampaikan Pemerintah tengah membangun interkoneksi pipa transmisi gas bumi dari Jawa Timur hingga ke Aceh.

Hal ini menyusul penemuan potensi gas yang besar di beberapa lokasi di Indonesia bagian barat dan tengah, seperti di wilayah Andaman di perairan Aceh, serta Blok Agung I dan Agung II di utara pulau Bali dan Lombok.

“Menyadari bahwa potensi gas di Nusantara ini sangat besar. Di sebelah utara Sumatera itu telah ditemukan di Blok South Andaman, sebelumnya ada Andaman II, juga ditemukan gas yang potensinya cukup besar. Di sebelah utara Bali dan Lombok juga ditemukan resources sumber daya yang besar. Sebelah utaranya itu juga sebetulnya diidentifikasi ada juga, selain di Selat Makassar. Mengingat hal itu, Pemerintah berupaya keras untuk menyambungkan dari Aceh sampai Jawa Timur,” jelas Tutuka pada konferensi pers, di kantornya, Selasa (16/1).

Saat ini Pemerintah telah menyelesaikan pembangunan pipa ruas Cirebon-Semarang (Cisem) tahap 1 yakni Semarang-Batang sepanjang 62 kilometer (km). Kemudian akan dilanjutkan dengan tahap 2 dari Batang-Cirebon dan Cirebon-Kandanghaur sepanjang 240 km. Pembangunan Cisem Tahap 2 ini telah menyelesaikan Basic Design dan akan dilanjutkan dengan proses lelang dan pembangunan di tahun ini.

“Yang sudah diselesaikan itu ruas Semarang-Batang. Nanti akan dilanjutkan ruas Batang-Cirebon, Cirebon-Kandanghaur sepanjang 240 km. Basic Design-nya sudah selesai dan mudah-mudahan bisa selesai lelangnya, dan dimulai EPC-nya atau pembangunannya pada tahun ini dan akan diselesaikan pada akhir tahun 2025,” imbuh Tutuka.

Selain itu, Pemerintah juga telah memulai proses pembangunan pipa ruas Duri-Sei Mangke di Pulau Sumatera. Saat ini, seperti disampaikan Tutuka, telah menyelesaikan proses feasibility study dan akan dilanjutkan proses administrasi untuk menuju proses lelang.

Pembangunan pipa gas terintegrasi di Pulau Jawa dan Sumatera ini tidak lain dilakukan demi kepentingan masyarakat dalam mendapatkan akses energi yang murah. Dengan adanya infrastruktur gas yang memadai, maka diharapkan gas dari hasil eksplorasi saat ini bisa dimanfaatkan dengan harga yang murah ketika sampai di tangan konsumen.

“Jadi manfaatnya, diharapkan gas yang dieksplorasi saat ini bisa berharga lebih murah sampai di konsumen, termasuk untuk industri, kelistrikan, komersial, dan rumah tangga. Juga ditargetkan untuk jaringan gas yang dibangun Pemerintah maupun dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU),” imbuh Tutuka.

Lebih lanjut Tutuka merinci, penghematan yang dapat diperoleh dari pembangunan pipa gas terintegrasi ini antara lain mengurangi subsidi LPG 3 Kg sebesar Rp0,63 triliun pertahun dan devisa impor LPG Rp1,08 triliun/tahun, serta penghematan biaya masak hingga Rp0,16 triliun/tahun. Semua itu dihasilkan dari pemanfaatan pipa gas untuk jaringan gas rumah tangga (Jargas) 300 ribu sambungan rumah tangga (SR) di ruas Cirebon-Semarang dan 600 ribu SR di ruas Duri-Sei Mangke.

 

Previous Post

Dishub Bina Juru Parkir yang Tak Pakai Atribut Resmi

Next Post

Para Keuchik di Bireuen Diajak Jaga Netralitas di Pemilu 2024

Next Post
Para Keuchik di Bireuen Diajak Jaga Netralitas di Pemilu 2024

Para Keuchik di Bireuen Diajak Jaga Netralitas di Pemilu 2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

08/06/2026
Syeh Do: Rapai Uroh Miliki Harmoni Unik yang Tidak Dimiliki Kesenian Lain

Syeh Do: Rapai Uroh Miliki Harmoni Unik yang Tidak Dimiliki Kesenian Lain

08/06/2026
Dr. Safaruddin Minta Perumdam Tirta Abdya Fokus Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Dr. Safaruddin Minta Perumdam Tirta Abdya Fokus Tingkatkan Kualitas Pelayanan

08/06/2026
IPELMASRA Banda Aceh Pertanyakan Transparansi IUP Baru di Nagan

IPELMASRA Banda Aceh Pertanyakan Transparansi IUP Baru di Nagan

08/06/2026
Seniman Aceh Gandeng Tim LBH Banda Aceh, Bahas Penguatan Dasar Hukum Pemajuan Kebudayaan

Seniman Aceh Gandeng Tim LBH Banda Aceh, Bahas Penguatan Dasar Hukum Pemajuan Kebudayaan

08/06/2026

Terpopuler

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

06/06/2026

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

Nyan, Bupati Pidie Jaya Perintahkan Pendataan Anak Putus Sekolah, Sekolah Rakyat Jadi Instrumen Putus Rantai Kemiskinan

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com