Wasiet (56)
TEUNGKU Fiah tertegur saat melihat rumahnya yang tinggal abu. Ia memang sudah mengetahui kondisi itu dari penghubung. Namun melihat kondisi ...
TEUNGKU Fiah tertegur saat melihat rumahnya yang tinggal abu. Ia memang sudah mengetahui kondisi itu dari penghubung. Namun melihat kondisi ...
USAI ngopi dan sarapan pagi, Siwan mengajak Teungku Fiah ke rumahnya yang tak jauh dari kedai tadi. Di sana, ia ...
Usai Subuh, Firman memenuhi janjinya untuk mengantar Teungku Fiah ke Panton Labu. Mereka menumpang sepeda motor butut peninggalan almarhum ayah ...
USAI para pria berbaju loreng itu berlalu, Teungku Fiah mengucapkan terimakasih berulang kali kepada keluarga yang sudah membantunya itu. Ia ...
“Ngapain kau ke sumur magrib-magrib?” suara itu terdengar. Jumlah mereka diperkirakan lebih 10 orang. Di dalam rumah, wajah Teungku Fiah ...
Hampir dua malam Teungku Fiah dalam kondisi terikat. Ia terus merontak-rontak untuk mengendurkan tali yang mengikat tangannya. Usahanya ternyata tak ...
Pedalaman Bener Meriah Awai 1998 TEUNGKU FIAH mengamuk. Ini baru kali pertama orang tua itu terlihat begitu marah. Sejumlah ilalang ...
IBNU melempar lumpur ke barisan tentara. Bocah itu melakukan hal tadi berulang kali. Sejumlah tentara menjerit kesakitan. Lumpur mengenai wajah ...
“Kenapa dengan adikmu?” ujar pria berpakaian loreng di depannya lagi. Budi sempat terdiam. Ia mencoba mencari jawaban yang singkat agar ...
+++ BUDI menelusuri desa. Ia mencari beberapa penghubung tentara nanggroe, yang diketahuinya, dekat dengan ayahnya. Ibnu mengekor dari arah belakang. ...




© 2022 atjehwatch.com